JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat program bantuan pendidikan di ibu kota telah menyasar lebih dari 750 ribu penerima dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Konferensi Regional Asia-Pasifik Education International ke-10 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.
Pramono merinci, program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus saat ini telah menjangkau lebih dari 700.000 siswa.
Sementara itu, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) memberikan dukungan finansial bagi lebih dari 50.000 mahasiswa agar dapat terus melanjutkan studi perguruan tinggi.
Guna memperluas akses tersebut, Pemprov DKI juga tengah mematangkan skema beasiswa LPDP Jakarta yang ditargetkan mulai berjalan tahun depan.
Program ini disiapkan untuk membantu masyarakat berprestasi dari golongan ekonomi lemah agar memiliki kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri.
"Kami berharap masyarakat dengan ambisi yang baik, terutama dari kalangan masyarakat bawah, dapat memiliki kesempatan untuk studi ke luar negeri. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita," ujar Pramono.
Ia menambahkan, pembuatan kebijakan pendidikan berbasis data yang akurat (data-driven policy) menjadi kunci penting agar bantuan tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Soroti Kesejahteraan Guru dan Prestasi IPM Jakarta
Selain penyaluran bantuan biaya pendidikan, Pemprov DKI Jakarta memberi perhatian khusus pada kesejahteraan dan perlindungan hak tenaga pendidik, termasuk guru yang mengajar di sekolah swasta.
Menurut Pramono, kualitas mutu pendidikan sangat bergantung pada kesejahteraan dan profesionalisme pengajarnya.
Dalam forum internasional tersebut, Pramono turut menyampaikan apresiasinya kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) atas perannya memperjuangkan hak, jaminan masa depan, dan profesionalisme guru.
“PGRI memiliki peran penting dalam memperjuangkan kesejahteraan guru, meningkatkan profesionalisme, melindungi hak-hak guru dalam menjalankan pekerjaannya, serta memperjuangkan jaminan masa depan bagi para pendidik,” tutur Pramono.
Baca Juga: Menuju Kota Global, Pramono Anung Minta BPBD Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Pemprov DKI juga membuka ruang kolaborasi dengan akademisi, organisasi, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan solusi atas berbagai tantangan pendidikan.
Berbagai investasi di sektor pendidikan ini berdampak langsung pada pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta yang kini menyentuh angka 85,05 tertinggi di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota pelajar nomor satu di tanah air. (M4)
