Sejumlah negara dan wilayah yang dilintasi jalur gerhana atau menjadi bagian dari kawasan pengamatan meliputi Spanyol, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Sudan, Arab Saudi, Yaman, Somalia, hingga Kepulauan Chagos.
Kawasan Luxor di Mesir sendiri menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian untuk menyaksikan gerhana Matahari total 2027.
Wilayah tersebut berada di kawasan lintasan gerhana dan dikenal memiliki sejumlah situs bersejarah yang menarik wisatawan.
Laporan Space menyebut Luxor sebagai salah satu destinasi utama untuk pengamatan fenomena tersebut karena peluang cuaca cerah.
Titik gerhana terbesar diperkirakan berada di sekitar koordinat 25,5 derajat Lintang Utara dan 33,2 derajat Bujur Timur, di wilayah Mesir.
Di lokasi tersebut, totalitas dapat berlangsung selama 6 menit 23 detik, dengan posisi Matahari sekitar 82 derajat di atas horizon.
Kendati demikian, pemilihan lokasi pengamatan juga perlu mempertimbangkan akses transportasi, kondisi cuaca, serta waktu lokal ketika gerhana berlangsung.
Daerah dengan potensi langit cerah menjadi pilihan yang menarik, tetapi prakiraan cuaca mendekati hari kejadian tetap perlu diperiksa.
Baca Juga: bank bjb Raih Pengakuan Top 50 Emiten MidCap dalam IICD CG Award 2026
Apakah Gerhana Matahari Total 2027 Bisa Disaksikan dari Indonesia?
Gerhana Matahari total pada 2 Agustus 2027 tidak melintasi Indonesia.
Jalur totalitasnya berada di kawasan Atlantik, Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Timur Tengah sehingga masyarakat di Indonesia tidak dapat menyaksikan Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan pada peristiwa tersebut.
Waktu titik gerhana terbesar yang dikonversi menjadi pukul 17.07 WIB tidak berarti fenomena itu dapat dilihat dari seluruh wilayah Indonesia.
