Selain inflasi, neraca perdagangan China yang dijadwalkan rilis pada 14 Oktober juga perlu diperhatikan. Perkembangan ekspor dan impor negara tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai permintaan global, termasuk terhadap komoditas.
Dampaknya dapat terasa pada saham-saham berbasis komoditas di Bursa Efek Indonesia, bergantung pada perkembangan data dan respons pasar.
3. Pertemuan IMF dan Bank Dunia serta pidato The Fed
Pertemuan IMF dan Bank Dunia pada 12–18 Oktober menjadi salah satu agenda ekonomi global pekan ini. Di sisi lain, pidato sejumlah pejabat The Fed pada 14–16 Oktober akan dicermati untuk membaca arah kebijakan moneter AS.
Pernyataan para pejabat bank sentral dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap suku bunga, dolar AS, dan arus modal internasional.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan 24K Hari Ini 12 Oktober 2026 Stabil di Angka Rp2,1 Jutaan
Bagaimana Investor Menyikapi Pelemahan IHSG?
Pelemahan IHSG pada sesi I menunjukkan bahwa sentimen global masih menjadi faktor yang perlu diperhitungkan. Namun, pergerakan satu sesi belum cukup untuk memastikan arah indeks sepanjang pekan.
Investor dapat mencermati perkembangan data ekonomi, nilai tukar rupiah, arus dana asing, serta respons pasar terhadap berita geopolitik. Keputusan investasi sebaiknya tetap mempertimbangkan profil risiko dan kondisi masing-masing, bukan semata-mata mengikuti pergerakan indeks harian.
Dengan sejumlah agenda penting yang berlangsung pekan ini, pasar saham Indonesia berpotensi bergerak dinamis. Perkembangan inflasi AS dan China serta sinyal kebijakan The Fed akan menjadi beberapa faktor yang layak dipantau untuk memahami arah sentimen pasar berikutnya.
