Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu per Kg, Pedagang Pasar di Jakarta Keluhkan Sepi Pembeli

Minggu 11 Okt 2026, 15:39 WIB
Pedagang cabai di Pasar Kebayoran Lama, Grogol Utara, Jakarta Selatan, Minggu, 11 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)
Pedagang cabai di Pasar Kebayoran Lama, Grogol Utara, Jakarta Selatan, Minggu, 11 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Harga komoditas cabai rawit merah di pasar tradisional wilayah Jakarta melonjak tajam hingga menembus angka Rp100 ribu per kg.

Kenaikan harga yang terjadi dalam sepekan terakhir ini membuat para pedagang sayur di pasar tradisional kebingungan menjual barang dagangan mereka ke konsumen.

Pedagang sayur di Pasar Tradisional Kebayoran Lama, Martini (50) menyampaikan harga cabai rawit merah lebih mahal dua kali lipat dari harga normal.

"Sudah seminggu ini naik. Dari harga sebelumnya Rp60 ribu, sekarang cabai rawit merah yang sudah bersih dijual Rp95 ribu sampai Rp100 ribu per kg," kata Martini, Minggu, 11 Oktober 2026.

Baca Juga: Harga Sayur Terjun Bebas, Petani di Bandung Terpaksa Beli Air demi Selamatkan Tanaman

Dampak Banyak Permintaan MBG

Martini menjelaskan kenaikan harga cabai rawit dipicu berkurangnya pasokan dari tingkat petani imbas cuaca buruk dan musim kemarau panjang.

Selain faktor cuaca, lonjakan harga bahan pokok di Pasar Induk Kramat Jati diduga turut dipengaruhi banyaknya permintaan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kenaikan sudah dari pusatnya di Pasar Induk. Musim kemarau panjang bikin panen berkurang, ditambah permintaan program MBG juga membuat pasokan menipis," ujarnya.

Omzet Pedagang Anjlok Drastis

Hal senada disampaikan Doni (25), pedagang sayur lain di Pasar Kebayoran Lama. Ia membeberkan lonjakan harga ini berimbas langsung pada pengurangan omzet harian pedagang.

Baca Juga: Harga Sayur di Tangerang Bertambah Mahal, Cabai Hampir Tembus Rp100 Ribu

Untuk menyiasati harga yang tinggi, sebagian besar pembeli terpaksa mengurangi jumlah pembelian cabai harian mereka guna menghemat pengeluaran.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok agar tidak semakin memberatkan rakyat kecil.

"Daya beli konsumen pasti berkurang. Kami berharap pemerintah bisa segera menstabilkan harga sembako supaya pedagang dan warga tidak menjerit," ucapnya.


Berita Terkait


News Update