Hadapi Otomatisasi AI 2030, Taruna Merah Putih Ajak Gen Z Perkuat Kemampuan

Minggu 11 Okt 2026, 16:28 WIB
Forum diskusi Taman Talks bertema "Kerja 2030: Masih Ada Kerja Buat Kita?" di Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Pemprov Jakarta)
Forum diskusi Taman Talks bertema "Kerja 2030: Masih Ada Kerja Buat Kita?" di Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Pemprov Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - DPP Taruna Merah Putih (TMP) menggelar forum diskusi "Taman Talks" bertema "Kerja 2030: Masih Ada Kerja Buat Kita?" di Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026, sebagai rangkaian menyambut Hari Sumpah Pemuda.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendorong Generasi Z agar giat melakukan upskilling dan reskilling guna menghadapi pergeseran lanskap dunia kerja akibat pesatnya perkembangan AI dan otomatisasi.

“Generasi Z tidak boleh hanya menjadi penonton ketika masa depan sedang ditulis. Ia harus berani belajar, tekun mengasah keterampilan, dan mampu mengubah tantangan menjadi kesempatan," kata Ketua Umum Taruna Merah Putih, Stephanie.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menyoroti risiko ketidakseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan ledakan angkatan kerja akibat bonus demografi di Indonesia.

Baca Juga: Pemprov DKI Tetap Kuasai Saham Mayoritas Bank Jakarta dan PAM Jaya Meski Nanti Telah IPO

Mengacu pada Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF), diperkirakan 92 juta pekerjaan tergeser, tetapi ada pertambahan 170 juta jenis pekerjaan baru berbasis teknologi hingga 2030.

“Kedepan kita harus mempersiapkan kebijakan agar generasi muda siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

CEO Wahyono Group, Pieter Setiawan menambahkan keberadaan kecerdasan buatan harus diimbangi dengan karakter, etos kerja, serta kemampuan komunikasi yang memanusiakan manusia.

“Otomatisasi dapat menjadi ancaman. ‎Indonesia mengalami bonus demografi, ketika jumlah angkatan kerja besar, tetapi ketersediaan lapangan pekerjaan minim. Kita menghadapi resiko ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Baca Juga: Dongkrak Industri Perhotelan Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Perbanyak Kegiatan Berskala Besar

Pemanfaatan Ruang Publik Taman

Ketua Panitia, Mangatta Toding Allo menjelaskan kegiatan yang bersinergi dengan Pemprov Jakarta ini turut mengaktifkan taman kota sebagai ruang sosial yang inklusif dan edukatif.


Berita Terkait


News Update