405 Lansia di Kota Tangerang Diwisuda, Sekolah Lansia Selentang Dorong Hidup Mandiri dan Produktif

Minggu 11 Okt 2026, 11:14 WIB
Sebanyak 405 lansia mengikuti wisuda angkatan pertama Sekolah Lansia Tangguh (Selentang) di Kota Tangerang, dengan pembelajaran kesehatan, keterampilan, dan pengembangan diri. (Sumber: Pemkot Tangerang)
Sebanyak 405 lansia mengikuti wisuda angkatan pertama Sekolah Lansia Tangguh (Selentang) di Kota Tangerang, dengan pembelajaran kesehatan, keterampilan, dan pengembangan diri. (Sumber: Pemkot Tangerang)

POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 405 lanjut usia (lansia) di Kota Tangerang, Banten, mengikuti wisuda angkatan pertama program Sekolah Lansia Tangguh (Selentang) yang digagas Pemerintah Kota Tangerang. Program ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong para lansia tetap sehat, mandiri, produktif, dan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Melansir dari situs resmi pemkot Tangerang, dari total peserta yang diwisuda, sebanyak 390 orang merupakan siswa reguler, sedangkan 15 lainnya mengikuti jalur mandiri. Para peserta berasal dari 13 kecamatan di Kota Tangerang dan telah mengikuti pembelajaran yang dirancang sesuai kebutuhan lansia.

Program Sekolah Lansia tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan, mengelola emosi, belajar membuat kerajinan tangan, hingga memperkuat kehidupan spiritual.

Melalui kegiatan tersebut, lansia diharapkan tetap memiliki ruang untuk belajar dan bersosialisasi, sekaligus menjalani masa lanjut usia dengan lebih percaya diri.

Baca Juga: Pagar Tembuk SDN 03 Tapos Ambruk Timpa 2 Murid, Disdik Depok Janji Perbaiki Tahun Ini

Sekolah Lansia Selentang, Ruang Belajar bagi Warga Senior

Memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang harus berhenti belajar atau mengurangi keterlibatan dalam lingkungan sosial. Prinsip ini menjadi salah satu dasar pelaksanaan Sekolah Lansia Tangguh di Kota Tangerang.

Dalam program tersebut, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang membantu menjaga kemampuan fisik dan mental. Mereka juga dapat bertemu dengan sesama lansia, bertukar pengalaman, serta memperluas wawasan melalui proses pembelajaran bersama.

Pemeriksaan kesehatan rutin turut menjadi bagian dari kegiatan. Dengan begitu, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatannya.

Pembelajaran yang diberikan mencakup beberapa aspek kehidupan. Pendekatan ini penting karena kebutuhan lansia tidak terbatas pada kesehatan tubuh, tetapi juga berkaitan dengan hubungan sosial, pengelolaan emosi, dan kesejahteraan spiritual.

5 Fokus Pembelajaran dalam Sekolah Lansia

Ada sejumlah aspek yang menjadi bagian dari kegiatan Sekolah Lansia Tangguh di Kota Tangerang.

Menjaga kesehatan fisik. Peserta mendapatkan pembelajaran terkait kesehatan serta pemeriksaan rutin untuk membantu memantau kondisi tubuh.

Mengembangkan keterampilan. Kegiatan membuat kerajinan tangan memberikan kesempatan bagi lansia untuk mencoba aktivitas baru dan mengembangkan kreativitas.

Mengelola emosi. Pembelajaran ini membantu peserta memahami pentingnya menjaga keseimbangan emosional dalam kehidupan sehari-hari.

Menambah pengetahuan. Lansia tetap mendapatkan ruang untuk belajar dan memperluas wawasan meskipun sudah tidak berada dalam usia produktif menurut sejumlah kategori ketenagakerjaan.

Memperkuat kehidupan spiritual. Aspek spiritual turut diperhatikan sebagai bagian dari pembelajaran yang menyentuh berbagai kebutuhan lansia.

Melalui lima aspek tersebut, Sekolah Lansia diharapkan dapat mendukung peserta agar tetap aktif menjalani keseharian dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Pembelajaran Berlanjut hingga Tingkat Standar 3

Program Selentang tidak berhenti pada wisuda angkatan pertama. Kesempatan belajar disebut terbuka hingga tingkat Standar 3, dengan peserta nantinya diharapkan mampu menggerakkan kegiatan positif bersama masyarakat di lingkungan masing-masing.

Artinya, hasil pembelajaran tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan pribadi. Para lansia juga diharapkan dapat membagikan pengalaman, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, serta menjaga hubungan dengan keluarga dan masyarakat.

Keterlibatan tersebut menjadi penting agar lansia tetap mempunyai ruang untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Dukungan keluarga dan lingkungan juga diperlukan supaya mereka dapat menjalani aktivitas secara nyaman dan mandiri.

Baca Juga: Listrik Picu 50 Persen Kebakaran di Jakarta, Warga Permukiman Padat Waswas

Mendorong Lansia Tetap Aktif di Masyarakat

Wisuda 405 peserta Sekolah Lansia Tangguh menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan yang memberi kesempatan bagi warga senior untuk terus berkembang.

Melalui pembelajaran kesehatan, keterampilan, pengelolaan emosi, pengetahuan, dan spiritualitas, program ini diharapkan membantu lansia menjalani kehidupan yang lebih aktif.

Keberlanjutan program dan penerapan hasil belajar dalam keseharian akan menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Dengan dukungan keluarga serta masyarakat, lansia dapat terus berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan mempertahankan kemandirian sesuai kondisi masing-masing.


Berita Terkait


News Update