405 Lansia di Kota Tangerang Diwisuda, Sekolah Lansia Selentang Dorong Hidup Mandiri dan Produktif

Minggu 11 Okt 2026, 11:14 WIB
Sebanyak 405 lansia mengikuti wisuda angkatan pertama Sekolah Lansia Tangguh (Selentang) di Kota Tangerang, dengan pembelajaran kesehatan, keterampilan, dan pengembangan diri. (Sumber: Pemkot Tangerang)
Sebanyak 405 lansia mengikuti wisuda angkatan pertama Sekolah Lansia Tangguh (Selentang) di Kota Tangerang, dengan pembelajaran kesehatan, keterampilan, dan pengembangan diri. (Sumber: Pemkot Tangerang)

Mengembangkan keterampilan. Kegiatan membuat kerajinan tangan memberikan kesempatan bagi lansia untuk mencoba aktivitas baru dan mengembangkan kreativitas.

Mengelola emosi. Pembelajaran ini membantu peserta memahami pentingnya menjaga keseimbangan emosional dalam kehidupan sehari-hari.

Menambah pengetahuan. Lansia tetap mendapatkan ruang untuk belajar dan memperluas wawasan meskipun sudah tidak berada dalam usia produktif menurut sejumlah kategori ketenagakerjaan.

Memperkuat kehidupan spiritual. Aspek spiritual turut diperhatikan sebagai bagian dari pembelajaran yang menyentuh berbagai kebutuhan lansia.

Melalui lima aspek tersebut, Sekolah Lansia diharapkan dapat mendukung peserta agar tetap aktif menjalani keseharian dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Pembelajaran Berlanjut hingga Tingkat Standar 3

Program Selentang tidak berhenti pada wisuda angkatan pertama. Kesempatan belajar disebut terbuka hingga tingkat Standar 3, dengan peserta nantinya diharapkan mampu menggerakkan kegiatan positif bersama masyarakat di lingkungan masing-masing.

Artinya, hasil pembelajaran tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan pribadi. Para lansia juga diharapkan dapat membagikan pengalaman, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, serta menjaga hubungan dengan keluarga dan masyarakat.

Keterlibatan tersebut menjadi penting agar lansia tetap mempunyai ruang untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Dukungan keluarga dan lingkungan juga diperlukan supaya mereka dapat menjalani aktivitas secara nyaman dan mandiri.

Baca Juga: Listrik Picu 50 Persen Kebakaran di Jakarta, Warga Permukiman Padat Waswas

Mendorong Lansia Tetap Aktif di Masyarakat

Wisuda 405 peserta Sekolah Lansia Tangguh menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan yang memberi kesempatan bagi warga senior untuk terus berkembang.

Melalui pembelajaran kesehatan, keterampilan, pengelolaan emosi, pengetahuan, dan spiritualitas, program ini diharapkan membantu lansia menjalani kehidupan yang lebih aktif.

Keberlanjutan program dan penerapan hasil belajar dalam keseharian akan menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Dengan dukungan keluarga serta masyarakat, lansia dapat terus berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan mempertahankan kemandirian sesuai kondisi masing-masing.


Berita Terkait


News Update