POSKOTA.CO.ID - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) membuka rekrutmen tenaga profesional melalui program Indonesia Health Systems Strengthening (IHSS) Batch XI.
Terdapat empat posisi yang ditawarkan untuk mendukung penguatan sistem kesehatan nasional melalui pengelolaan proyek, pelayanan kesehatan primer, dan pengembangan laboratorium publik.
Rekrutmen ini menyasar kandidat dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang relevan. Sejumlah posisi mensyaratkan pendidikan minimal S2, sementara posisi lainnya terbuka bagi lulusan S1 dengan pengalaman profesional sesuai kriteria.
Bagi pencari kerja yang berminat berkarier di lingkungan proyek pembangunan sektor kesehatan, kesempatan ini dapat menjadi pilihan untuk dipertimbangkan. Namun, pelamar perlu mencermati kualifikasi setiap posisi sebelum mengirimkan dokumen lamaran.
Baca Juga: Loker BUMN Terbaru September 2026, Cek Posisi dan Syaratnya
Daftar Posisi Lowongan Kerja Kemenkes 2026
Dalam IHSS Batch XI, kebutuhan tenaga profesional dibagi ke dalam tiga unit manajemen proyek, yakni Central Project Management Unit (CPMU), Strengthening of Primary Health Care in Indonesia (SOPHI), serta Indonesia Public Laboratory System Strengthening (InPULS).
Berikut empat posisi yang tersedia beserta persyaratan utamanya.
1. Communication Consultant – CPMU
Posisi ini menyediakan satu lowongan untuk kandidat yang memiliki kemampuan komunikasi, publikasi, dan pengelolaan konten.
Kualifikasinya meliputi:
- Pendidikan S2 dengan pengalaman minimal tujuh tahun atau S1 dengan pengalaman minimal 10 tahun di bidang relevan.
- Pengalaman minimal lima tahun di pemerintahan, organisasi internasional, atau proyek pembangunan.
- Memahami strategi komunikasi, advokasi, dan konten media digital.
- Mampu berkomunikasi serta menulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
- Pengalaman multimedia menjadi nilai tambah bagi pelamar.
2. Finance Assistant – CPMU
Kemenkes menyediakan satu posisi Finance Assistant bagi kandidat dengan latar belakang keuangan.
Persyaratan utamanya meliputi pendidikan minimal S1 Akuntansi atau Keuangan dan pengalaman kerja minimal dua tahun dalam pengelolaan keuangan proyek yang didanai donor internasional, khususnya World Bank atau Asian Development Bank.
