POSKOTA.CO.ID - Sejumlah operasional layanan Transjakarta koridor 8 dan 9 mengalami keterlambatan akibat adanya insiden truk menabrak separator di sekitar jalur Tanjung Duren arah Cawang pada Jumat, 9 Oktober 2026 pagi hari.
Truk kontainer tersebut mengalami kecelakaan di depan Gedung Total, Jakarta Barat. Akibatnya, layanan operasional Transjakarta ikut terganggu dan mengalami keterlambatan hingga harus dialihkan.
Melalui pengumuman di akun media sosial resminya, PT Transjakarta menyampaikan bahwa sejumlah rute mengalami keterlambatan dan pengalihan akibat insiden tersebut.
Baca Juga: Identitas Mayat Wanita Tanpa Busana di Kos Jaktim: Mahasiswa 19 Tahun
Setidaknya, ada tujuh layanan yang terdampak kecelakaan ini, meliputi koridor 8 dan 9, serta rute 3F, 8K, 8M, 9A, dan 9E. Ketujuh layanan tersebut mengalami keterlambatan kedatangan.
"Koridor 8, 9, Rute 3F, 8K, 8M, 9A dan 9E mengalami keterlambatan kedatangan dikarenakan truk menabrak separator di sekitar jalur Tanjung Duren arah Cawang sehingga mengakibatkan kepadatan lalulintas di sekitarnya," tulis Transjakarta dalam pengumuman resminya, seperti dikutip dari akun Instagram @infotije.
Sebagai informasi, koridor 8 melayani perjalanan dari Lebak Bulus ke Pasar Baru, Koridor 9 tujuan Pinang Ranti-Pluit, rute 3F menghubungkan Kalideres-Senayan Bank Jakarta, rute 8K melayani Batusari ke Grogol, dan rute 8M melayani perjalanan dari Tanah Abang ke Tanjung Duren.
Adapun, untuk rute 9A menghubungkan antara Cililitan dan Grogol serta rute 9E yang melayani perjalanan dari Kebayoran menuju Jelambar.
Baca Juga: Pramono Tegaskan Penggalangan Bulan Dana PMI Tak Boleh Ada Paksaan
Transjakarta Koridor 9 Dialihkan
Selain mengalami keterlambatan, sebagian bus Koridor 9 juga mengalami pengalihan rute perjalanan untuk sementara waktu. PT Transjakarta mengumumkan, sebagain bus akan beroperasi lewat tol Jembatan Besi dan keluar di tol Slipi.
Hal ini menyebabkan sejumlah hus koridor tersebut tidak melayani naik dan turun penumpang di Halte Kali Grogol hingga Halte Kota Bambu.
