Target Rampung 2027, DPRD DKI Dorong Percepatan Pembangunan Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulogadung

Jumat 09 Okt 2026, 17:47 WIB
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike. (Sumber: ddjp)
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike. (Sumber: ddjp)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mendorong percepatan penyelesaian pembangunan jalan tembus Kelapa Gading-Pulogadung.

Harapannya, infrastruktur itu mengurai kemacetan. Khususnya di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Yuke mengungkapkan hal itu seusai mendampingi Gubernur Pramono Anung meninjau pembangunan jalan tembus di Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Jumat, 9 Oktober 2026.

Peninjauan melibatkan jajaran Pemprov DKI, Pemerintah Kota Jakarta Utara, serta Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Agustina Hermawan.

Baca Juga: DPRD DKI Soroti Peredaran Tramadol Ilegal di Jakarta, Desak Aparat Bertindak Tegas

Pembangunan jalan tembus tersebut, jelas Yuke, masih menyisakan pekerjaan sepanjang sekitar 1,8 kilometer. Proyek itu telah direncanakan sejak 2006. Mulai memasuki tahap pembangunan fisik pada 2009.

“Pak gubernur juga meminta agar pembangunan ini bisa diselesaikan sebelum Juni 2027,” ujar Yuke.

Pengaturan lalu lintas juga sangat penting selama penyelesaian pembangunan jalan itu. Memastikan aktivitas konstruksi tidak menghambat mobilitas masyarakat. Terutama pada ruas jalan yang sudah digunakan kendaraan.

“Sampai pembangunan selesai nanti, harus ada kajian ataupun rekayasa lalu lintas,” tandas Yuke.

Baca Juga: DPRD DKI Tinjau Kesiapan Terminal Pulogebang Jelang Mudik Lebaran 2026, Soroti Akses dan Kenyamanan Pemudik

Dalam waktu sementara, satu ruas jalan untuk dua arah. Usai pembangunan, sesuai perencanaan awal.

Selain itu, Yuke meminta pemerintah memperhatikan kelengkapan fasilitas jalan. Mulai dari trotoar, penerangan jalan umum, hingga ruang terbuka hijau.

Pembangunan jalan tidak boleh hanya berorientasi pada kelancaran kendaraan bermotor. Kenyamanan dan keselamatan seluruh pengguna jalan juga harus jadi perhatian.

“Ini yang tadi juga diminta agar menerapkan konsep complete street. Termasuk penerangan jalan umum dan taman. Kalau semuanya sudah selesai, fasilitas tersebut juga harus dirapikan,” ungkap Yuke.

Baca Juga: PSN JSDP Disorot DPRD DKI, Galian Jalan Dinilai Merugikan Warga Jakarta

Konsep complete street atau jalan lengkap mengutamakan kebutuhan berbagai pengguna jalan, termasuk pejalan kaki, pesepeda, pengguna transportasi umum, dan pengendara kendaraan bermotor.

Yuke menambahkan, pemerintah juga dapat memanfaatkan ruang pada bagian tengah jalan untuk penghijauan agar kawasan tersebut lebih teduh.

“Memang ada jalur di tengahnya yang masih bisa dimanfaatkan untuk taman ataupun penghijauan,” pungkas Yuke.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan, pembangunan jalan tembus untuk membagi arus kendaraan dari arah timur menuju barat. Maupun sebaliknya.

Baca Juga: DPRD DKI Minta Penertiban Lapangan Padel Tanpa PBG Dilakukan Proporsional

“Kami membuat jalan pintas atau jalan tembus dari dekat Rumah Sakit Gading Pluit sampai Terminal Pulogadung,” jelas Heru.

Jalan tembus itu mendukung akses masyarakat menuju simpul transportasi publik. Terdapat rencana Stasiun MRT Perintis di kawasan Terminal Pulogadung.

Gubernur Pramono Anung menegaskan, Pemprov DKI mempercepat penyelesaian pembangunan jalan tembus itu.

“Paling lambat selesai pada 2027,” tutur dia.


Berita Terkait


News Update