Mencakup gelar konser musik, pameran, festival, hingga sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) atau pertemuan, perjalanan insentif, konvensi, dan pameran.
“Yang bisa menolong teman-teman hotel adalah kita harus memperbanyak kegiatan,” ucap Baco.
Baca Juga: DPRD DKI Tinjau GOR Grogol, Dispora Diminta Usulkan Perbaikan Fasilitas
Namun, ia mengakui, penyelenggaraan berbagai kegiatan membutuhkan perencanaan matang. Begitu pula dengan anggaran dan konektivitas transportasi yang menunjang mobilitas pengunjung.
Hal senada diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua IHGMA DKI Jakarta Nyoman Iswara. kedatangan IHGMA bertujuan menyampaikan kondisi industri perhotelan sepanjang 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Termasuk mencari peluang kerja sama dengan pemerintah daerah. “Hal-hal yang mesti dilakukan bersama pemangku kepentingan di Pemprov,” ujar Nyoman.
Ia mengungkapkan, hasil survei internal IHGMA menunjukkan sekitar 40 persen hotel responden mengalami penurunan rata-rata tarif unit kamar harian dibandingkan 2025.
Baca Juga: Transjakarta Masuk Kepulauan Seribu, DPRD DKI Minta Kapal Tradisional Tak Tergusur
Sebanyak 50 persen hotel responden mencatat rata-rata lama menginap tamu berkisar 1,5 hingga 1,9 malam.
Bahkan, sebanyak 68,2 persen responden survei, pengembangan Jakarta sebagai destinasi MICE menjadi kebutuhan prioritas industri perhotelan.
Nyoman menambahkan, sebanyak 81,8 persen responden anggota IHGMA Jakarta menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Pemprov DKI. Menjalankan program Bersama. Termasuk promosi kegiatan MICE.
Sementara itu, Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Iffan mendorong kerja sama pemerintah dan industri perhotelan untuk memperluas pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
