POSKOTA.CO.ID - Penemuan mayat wanita hamil di sebuah rumah kos di daerah Jakarta Timur sukses menggegerkan warga kawasan Pinang Ranti.
Mayat tersebut ditemukan di dalam kamar mandi kos yang terletak di Jalan Asem Nirbaya, RT 0017/RW 002, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Jasad korban ditemukan oleh pemilik indekos, Sundiyah yang hendak mengecek kondisi kamar tersebut karena ada seseorang yang berencana menyewanya.
Baca Juga: Pria di Bekasi Gagal Selamatkan Kakak Ipar dari Kebakaran, Keduanya Tewas Terjebak Api
Kondisi Korban Saat Ditemukan
Kasi Humas Polres Jakarta Timur AKP I Made Budi mengatakan, saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia dengan kondisi yang cukup memprihatinkan.
Tangan, kaki, dan leher korban dalam kondisi terikat, sementara itu, terdapat memar pada bagian wajah sebelah kiri. Korban juga disebut ditemukan dalam kondisi tanpa busana.
"Kondisi korban dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi terikat kaki dan tangan dengan menggunakan tali rafia. Muka sebelah kiri mengalami memar serta leher diikat dengan menggunakan baju kaos warna hitam," ungkap Budi dalam keterangan.
Baca Juga: Siswa SMKN 27 Diduga jadi Korban Pelecehan, Disdik Jakarta Bentuk Tim Pendamping Korban
Identitas Mayat Wanita di Kos Jaktim
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban merupakan seorang perempuan muda berinisial KDA yang diketahui berusia 19 tahun dan berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa.
Korban KDA diketahui merupakan warga asal Brebes, Jawa Tengah. Pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban. Penyelidikan ini juga dilakukan untuk mengetahui keberadaan pihak yang diduga terkait dengan kematian korban.
Kronologi Penemuan Mayat Wanita di Kos Jaktim
Terkait penemuan mayat wanita muda di dalam indekos tersebut, Budi mengungkapkan awal mula kejadiannya saat pemilik kos hendak mengecek kamar tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi, seorang pria yang mengaku bernama Daniel datang pada Selasa, 6 Oktober sekitar pukul 12.00 WIB dan mengatakan bakal menyewa kamar kos milik Sundiyah.
"Daniel mengaku bekerja di steam depan Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Daniel menjelaskan akan membayar kos pada Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB, sekaligus akan menyerahkan fotokopi KTP," jelas Budi.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Seksual di SMKN 27 Jakarta, Guru PPPK Dibebastugaskan
Sundiyah pun langsung menyerahkan kunci kamar kepada Daniel. Namun, hingga Kamis, 8 Oktober 2026, pria tersebut tak kunjung datang. Ia pun berniat memeriksa kamar tersebut. Akan tetapi, sebelum itu, seorang penghuni kos di kamar sebelah melapor bahwa ada bau tak sedap dari dalam kamar tersebut.
"Dikarenakan ada bau tidak sedap kemudian Sundiyah menyampaikan kepada saksi tiga yang bernama Noval ,ada bau tidak sedap di kamar yang akan disewa oleh Daniel," kata Budi.
Noval menyarankan agar kamar kos tersebut dibuka bersama orang lain atau ketua RT setempat.
"Informasi itu kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Pinang Ranti Aiptu Ragil. Setelah ketua RT dan Bhabinkamtibmas tiba di lokasi, pintu kamar dibuka menggunakan kunci duplikat," tuturnya.
Saat pintu dibuka bersama-sama, tercium bau tak sedap dari dalam kamar dan petugas menemukan mayat perempuan tergeletak di kamar mandi dalam kondisi terikat. Penemuan tersebut pun langsung dilaporkan ke Polsek Makassar untuk ditangani lebih lanjut.
