Obrolan Warteg: Suara Rakyat Paling Bawah Lebih Riil, Tulus dan Murni

Rabu 07 Okt 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Rabu, 7 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Rabu, 7 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

“Jadi kalau mau mendengar suara rakyat, obrolan warteg bisa menjadi salah satu rujukan ya?” ujar Yudi.

”Itu sih maunya kalian yang mengisi obrolan warteg. Tetapi yang terpenting suara rakyat paling bawah jangan dipandang sebelah mata. Jangan karena rakyat kecil lantas suaranya diabaikan, dengan alasan rakyat kecil tahu apa,” kata Heri.

“Justru suara rakyat kecil itu lebih riil, tulus dan murni. Apa yang disuarakan adalah kenyataan mengenai kebutuhan riil dirinya, bukan menyuarakan untuk kepentingan yang lain – lain, terlebih bermotif politik kepentingan. Jadi nggak mengada – ada dan tidak pula neko - neko,”  ujar mas Bro.

“Jika ada pejabat mengabaikan suara rakyat, memandang sebelah mata pikiran rakyat paling bawah berarti tak sejalan dengan kebijakan Presiden dalam menyerap aspirasi rakyat. Pejabat yang model begini perlu dievaluasi,” kata Yudi.

“Itulah mengapa sejak awal sering menjadi tuntunan agar setiap pejabat di level manapun harus dapat merasakan denyut nadi masyarakat, maknanya mampu memahami apa yang dirasakan rakyat, menjadi kehendak rakyat dan uneg – uneg rakyat,” kata Heri.


Berita Terkait


News Update