Kasus Guru Laki-Laki Lecehkan Siswa Sesama Jenis di SMKN Jakarta, Korban Diajak ke Tempat Sepi

Rabu 07 Okt 2026, 19:22 WIB
Ilustrasi guru melecehkan siswa sesama jenis di salah satu SMK Jakarta. (Sumber: Dok. Magnific/Magnific)
Ilustrasi guru melecehkan siswa sesama jenis di salah satu SMK Jakarta. (Sumber: Dok. Magnific/Magnific)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Seorang guru laki-laki berinisial K di salah satu SMK di Jakarta Pusat berurusan dengan hukum usai diduga mencabuli sejumlah siswa sesama jenis.

Terungkapnya aksi bejat oknum pendidik ini dipicu oleh keberanian para korban untuk menyuarakan kejadian yang dialaminya di media sosial. 

Kasus ini pertama kali mencuat dari sebuah akun Instagram yang khusus dibuat untuk menampung dan mempublikasikan kesaksian para korban. Unggahan tersebut mendadak viral hingga memancing sejumlah netizen yang pernah menjadi murid pelaku ikut membeberkan pengalaman serupa di berbagai platform digital. 

Pengakuan Para Korban

Berdasarkan pengakuan para korban yang beredar di media sosial, oknum guru tersebut memanfaatkan posisinya sebagai pendidik untuk melancarkan aksinya.

Pelaku kerap memanggil para siswa ke area sekolah yang sepi dengan berbagai alasan. Dari berbagai laporan, ruang olahraga atau gym menjadi lokasi yang paling sering digunakan pelaku.

“Ruang gym yang berada di area sepi sekolah kerap menjadi lokasi kejadian. Modusnya, pelaku mengajak siswa dengan alasan minta ditemani sambil menawarkan latihan alat gym,” tulis akun pengawal kasus tersebut di Instagram, dikutip Poskota pada Rabu, 7 Oktober 2026. 

Baca Juga: Polisi Dalami Dugaan Korban Lain Kasus Pelecehan Anak di Tangerang, Ancaman Pidana 15 Tahun

Bentuk perbuatan tidak senonoh yang dialami para korban terbilang bervariasi. Selain melancarkan pelecehan verbal berupa ucapan godaan tidak pantas, pelaku juga sering melakukan tindakan fisik mendadak seperti menepak area sensitif korban.

Tidak berhenti sampai di situ, pelaku juga memanfaatkan momen kegiatan menginap di sekolah untuk memeluk siswa yang sedang tertidur lelap.

Bukan hanya siswa aktif, dugaan perbuatan bejat tersebut ternyata juga diungkap oleh alumni dari sekolah lain tempat pelaku pernah mengajar sebelumnya. Pengakuan alumni ini menandakan bahwa perbuatan menyimpang tersebut telah terjadi sejak lama. 

“Beliau guru seni budaya di SMP saya dulu, setiap ada hafalan musik kalau ada yang salah pasti akan kena cubit. Siswi kena cubit di bagian lengan dekat ketiak sedangkan siswa pas di paha bagian dalam,” jelas salah satu alumni di Threads, dikutip oleh Poskota pada Rabu, 7 Oktober 2026. 

Dugaan penyimpangan ini sebenarnya sempat dilaporkan korban ke pihak sekolah hingga aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Namun, aduan ke kepala sekolah tertahan akibat adanya beberapa prosedur yang harus dijalankan. Sementara itu, laporan melalui JAKI hanya berujung sanksi pembinaan yang dinilai tidak sebanding dengan besarnya dampak kejahatan pelaku. 

“Saya merasa respons pihak berwajib belum sebanding dengan seriusnya tindakan yang dilaporkan. Terutama setelah saya mendapatkan beberapa informasi dan bukti tambahan terkait dugaan kejadian ini,” tulis akun tersebut. 

Baca Juga: Pimpinan Ponpes Abul Barokat Lombok Tengah Siapa? Terseret Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

Penanganan Kasus dan Sanksi Bagi Pelaku

Setelah viral di media sosial, kasus dugaan pelecehan seksual ini akhirnya mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Pelaku saat ini sedang menjalani proses penanganan oleh dinas terkait untuk menindaklanjuti laporan para korban. 

Sebagai langkah tegas, pelaku akan dipindahtugaskan ke instansi non-pendidikan. Keputusan ini memastikan bahwa oknum guru tersebut tidak akan lagi bertugas sebagai tenaga pendidik atau mengajar di sekolah mana pun. 

“Proses ini diperkirakan akan selesai paling lambat dalam satu minggu ke depan. Kami akan memberikan update kembali apabila sudah ada perkembangan lebih lanjut,” demikian keterangan dalam unggahan Instagram akun pengawal kasus tersebut. 

(M7)


Berita Terkait


News Update