Empat ABK WNI MT Honour 25 Pulang Setelah Hampir Enam Bulan Disandera Perompak Somalia

Rabu 07 Okt 2026, 19:31 WIB
Empat ABK WNI MT Honour 25 yang telah dibebaskan (Sumber: Instagram/@ctdinsider)
Empat ABK WNI MT Honour 25 yang telah dibebaskan (Sumber: Instagram/@ctdinsider)

POSKOTA.CO.ID - Setelah hampir enam bulan berada dalam penyanderaan perompak Somalia, empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) MT Honour 25 akhirnya kembali ke Tanah Air.

Kepulangan mereka pada Selasa, 6 Oktober 2026, disambut isak tangis keluarga di Terminal VIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Kapten MT Honour 25, Ashari Samadikun, tampak tak kuasa menahan haru ketika bertemu keluarganya. Momen tersebut menjadi akhir dari penantian panjang sejak kapal yang mereka awaki dibajak di sekitar perairan Somalia pada April 2026.

Baca Juga: Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, KPU Berjanji Perkuat Prinsip Kecermatan Verifikasi

Empat ABK WNI MT Honour 25 Akhirnya Bebas

Keempat WNI yang berhasil kembali ke Indonesia adalah Ashari Samadikun, Adi Faizal, Wahudinanto, dan Fiki Mutakin. Mereka tiba dengan selamat setelah sebelumnya dibebaskan dalam operasi otoritas Puntland pada 29 September 2026.

Proses pembebasan tidak berlangsung singkat. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama KBRI Nairobi melakukan koordinasi dengan pemerintah Somalia, otoritas Puntland, pemilik kapal, serta pemerintah negara asal kru lainnya.

Menlu Arrmanatha Nasir mengatakan pemerintah sengaja menjaga komunikasi dan informasi mengenai proses tersebut agar tidak mengganggu upaya pembebasan.

“Koordinasi tidak saja dilakukan dengan pemerintah Somalia dan pemilik kapal, tetapi juga dengan pemerintah-pemerintah yang warga negaranya menjadi kru kapal tersebut,” kata Arrmanatha.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan hati-hati. Pemerintah Indonesia juga memastikan informasi mengenai kondisi para sandera tidak disampaikan secara terbuka selama proses penyelamatan masih berlangsung.

Pembebasan Dilakukan Lewat Operasi Bersenjata

Duta Besar RI untuk Kenya merangkap Somalia, Witjaksono Adji, mengungkapkan bahwa pembebasan para ABK MT Honour 25 dilakukan melalui operasi bersenjata oleh aparat Puntland.

Operasi tersebut berlangsung pada 29 September 2026. Setelah berhasil dibebaskan, para WNI menjalani masa pemulihan awal sebelum kemudian dipulangkan ke Indonesia.

Dalam operasi tersebut, 16 terduga perompak ditangkap. Sementara itu, sejumlah perompak lainnya masih melarikan diri. Lima kru kapal dari negara lain dilaporkan meninggal dunia selama masa penyanderaan.

Salah satu WNI, Fiki Mutakin, juga mengalami luka tembak di kaki kanan ketika operasi penyelamatan berlangsung. Meski demikian, seluruh ABK WNI akhirnya berhasil bertahan hidup dan dipulangkan ke Tanah Air.

Ringkasan Kasus MT Honour 25

  • Pembajakan: MT Honour 25 dibajak di sekitar perairan Somalia pada April 2026.
  • Korban WNI: Empat ABK asal Indonesia menjadi bagian dari kru yang disandera.
  • Masa penyanderaan: Para WNI berada dalam penyanderaan selama hampir enam bulan.
  • Pembebasan: Otoritas Puntland membebaskan para sandera melalui operasi pada 29 September 2026.
  • Kepulangan: Empat WNI tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 6 Oktober 2026.
  • Kondisi korban: Seluruh WNI selamat, meski salah satunya mengalami luka tembak di kaki.

Baca Juga: Febrie Adriansyah Didakwa Terima Rp55 Miliar, Jaksa Ungkap Dugaan Aliran Dana Rp354 Miliar

Penantian Keluarga Berakhir

Kepulangan empat ABK WNI MT Honour 25 menjadi titik akhir dari penantian panjang keluarga mereka. Setelah berbulan-bulan hanya menunggu kabar dari pemerintah, para keluarga akhirnya dapat kembali bertemu langsung dengan orang yang mereka tunggu.

Pemerintah juga memastikan pemulihan kesehatan para korban tetap menjadi perhatian setelah mereka kembali ke Indonesia. Menko PMK Sugiono menyatakan negara akan memberikan dukungan pemulihan lanjutan bagi keempat ABK tersebut.

Bagi para pelaut dan keluarganya, kepulangan ini bukan sekadar perjalanan pulang. Setelah melewati situasi yang penuh risiko di laut Somalia, mereka akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarga dengan selamat.


Berita Terkait


News Update