Dalam operasi tersebut, 16 terduga perompak ditangkap. Sementara itu, sejumlah perompak lainnya masih melarikan diri. Lima kru kapal dari negara lain dilaporkan meninggal dunia selama masa penyanderaan.
Salah satu WNI, Fiki Mutakin, juga mengalami luka tembak di kaki kanan ketika operasi penyelamatan berlangsung. Meski demikian, seluruh ABK WNI akhirnya berhasil bertahan hidup dan dipulangkan ke Tanah Air.
Ringkasan Kasus MT Honour 25
- Pembajakan: MT Honour 25 dibajak di sekitar perairan Somalia pada April 2026.
- Korban WNI: Empat ABK asal Indonesia menjadi bagian dari kru yang disandera.
- Masa penyanderaan: Para WNI berada dalam penyanderaan selama hampir enam bulan.
- Pembebasan: Otoritas Puntland membebaskan para sandera melalui operasi pada 29 September 2026.
- Kepulangan: Empat WNI tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 6 Oktober 2026.
- Kondisi korban: Seluruh WNI selamat, meski salah satunya mengalami luka tembak di kaki.
Baca Juga: Febrie Adriansyah Didakwa Terima Rp55 Miliar, Jaksa Ungkap Dugaan Aliran Dana Rp354 Miliar
Penantian Keluarga Berakhir
Kepulangan empat ABK WNI MT Honour 25 menjadi titik akhir dari penantian panjang keluarga mereka. Setelah berbulan-bulan hanya menunggu kabar dari pemerintah, para keluarga akhirnya dapat kembali bertemu langsung dengan orang yang mereka tunggu.
Pemerintah juga memastikan pemulihan kesehatan para korban tetap menjadi perhatian setelah mereka kembali ke Indonesia. Menko PMK Sugiono menyatakan negara akan memberikan dukungan pemulihan lanjutan bagi keempat ABK tersebut.
Bagi para pelaut dan keluarganya, kepulangan ini bukan sekadar perjalanan pulang. Setelah melewati situasi yang penuh risiko di laut Somalia, mereka akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarga dengan selamat.
