Ekspansi Danantara di Ekosistem Aviasi, GMF AeroAsia Kelola Fasilitas Perawatan Pesawat di Bandara Muscat Oman

Selasa 06 Okt 2026, 14:31 WIB
Ilustrasi perawatan pesawat. (Sumber: GMF)
Ilustrasi perawatan pesawat. (Sumber: GMF)

POSKOTA.CO.ID – Anak perusahaan Danantara di sektor perawatan pesawat, PT GMF AeroAsia Tbk, resmi mengamankan perjanjian konsesi durasi 20 tahun bersama Otoritas Penerbangan Sipil Oman (Civil Aviation Authority/CAA) untuk mengoperasikan dan mengelola fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO) di Bandara Internasional Muscat.

Penandatanganan kerja sama strategis ini dilakukan langsung oleh Presiden CAA Naif bin Ali Al-Abri bersama CEO GMF AeroAsia Andy Fahrurrozi di sela-sela gelaran Civil Aviation Investment Forum di Muscat, Oman, Selasa, 6 Oktober 2026.

Melalui kesepakatan tersebut, GMF AeroAsia bertanggung jawab menyediakan layanan perawatan berat (heavy maintenance) serta inspeksi berkala bagi armada maskapai nasional, regional, maupun internasional.

Proyeksinya Bandara Internasional Muscat dijadikan sebagai pusat perawatan dan layanan penerbangan regional yang terintegrasi, memanfaatkan posisi geografis Oman yang strategis di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: KPR Cermat BNI Hadir di Danantara Expo 2026, Cicilan Bisa Lebih Ringan

Pihak Civil Aviation Authority Oman menegaskan bahwa kemitraan ini tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, melainkan juga mencakup alih pengetahuan dan teknologi di bidang perawatan rangka pesawat (airframe), mesin, hingga sistem avionik.

​"Tak hanya soal bisnis, kerja sama ini juga membuka jalan alih pengetahuan dan teknologi canggih di bidang perawatan rangka pesawat (airframe), mesin, dan avionik," tulis keterangan mengutip akun resmi Civil Aviation Authority Oman, Selasa.

Penetrasi GMF AeroAsia ke pasar Timur Tengah sekaligus memperkuat rekam jejak BUMN di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam percakapan industri global.

Langkah ekspansi ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan BUMN Indonesia mampu bersaing secara aktif di level internasional.

"Kita ingin melihat lebih banyak BUMN Indonesia masuk dalam daftar Global Fortune 500, membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar pengikut, tetapi Indonesia juga dapat menjadi pelopor dan pemimpin dalam perekonomian dunia," ujar Presiden Prabowo saat meresmikan Danantara di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 24 Februari 2025 silam.


Berita Terkait


News Update