JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Seorang pria berinisial A (42) nekat membawa kabur sepeda motor milik istri sirinya berinisial T (19) di Tamansari, Jakarta Barat. Hasil penjualan sepeda motor tersebut digunakan untuk kebutuhan pribadi termasuk ditukar dengan narkoba jenis sabu.
"Pelaku berinisial A kita tangkap kurang dari 12 jam setelah menerima laporan dan informasi terkait pencurian tersebut," kata Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar dalam keterangannya, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Bobby, pencurian sepeda motor tersebut terjadi pada Jumat, 2 Oktober 2026 malam. Pelaku dan korban tinggal bersama di sebuah kos atau kontrakan dan diketahui merupakan pasangan suami istri siri yang telah tinggal bersama selama sekitar enam bulan.
“Modusnya yang bersangkutan mencuri dari istri sirinya. Kendaraan bermotor tersebut kemudian dijual untuk keperluan pribadinya,” ujarnya.
Baca Juga: Berawal dari Plastik Klip Bekas, Polisi Bongkar Jaringan Sabu Lintas Provinsi hingga Tambora
Sebelum sepeda motor dibawa kabur, pelaku dan korban sempat berbincang seperti biasa di tempat tinggal mereka. Setelah korban tertidur, A mengambil sepeda motor tersebut tanpa sepengetahuan korban dan meninggalkan lokasi.
Korban baru menyadari kendaraannya hilang pada keesokan harinya. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari korban serta sejumlah informasi terkait keberadaan pelaku.
"Kemudian kami langsung menangkap berdasarkan keterangan ataupun bantuan dari pelapor. Tidak kurang dari 12 jam sudah kami amankan,” ucapnya.
Dalam pemeriksaan, polisi menemukan fakta sepeda motor milik korban tidak sekadar dijual, melainkan ditukar dengan beberapa gram sabu untuk memenuhi kebutuhan pribadi pelaku. Pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap dan masih mendalami aktivitasnya terkait penggunaan narkotika tersebut.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Jayanti, Sita Belasan Gram Narkoba
“Menurut keterangan setelah kami amankan, kendaraan tersebut ditukar langsung dengan beberapa gram sabu-sabu,” tuturnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp6 juta. Namun sampai saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terkait alur kendaraan serta aktivitas pelaku yang berkaitan dengan penggunaan narkotika.
Saat ini, penyidik masih mendalami apakah pelaku mengalami ketergantungan terhadap narkotika. Hal itu dilakukan untuk mengetahui lebih jauh latar belakang penggunaan sabu yang menjadi alasan pelaku membawa kabur sepeda motor korban.
“Masih coba kami dalami apakah kecanduan narkoba atau tidak. Namun yang bersangkutan memang menjelaskan bahwa kendaraan tersebut dijual untuk membeli sabu-sabu,” ucap Bobby.
