PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Akses utama warga Desa Geredug menuju Kantor Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Banten, terputus akibat longsor sepanjang kurang lebih 50 meter pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Akibatnya, warga terpaksa memutar rute perjalanan yang lebih jauh melalui jalur alternatif Desa Bojong, Kecamatan Saketi.
Camat Bojong, Mohamad Furqon, membenarkan kejadian bencana yang menimpa ruas jalan berstatus kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang tersebut.
Ia juga menjelaskan longsor ini diperkirakan karena kebocoran air irigasi sehingga menyebabkan tanah badan jalan terbawa arus.
Baca Juga: 6 Bulan Pascalongsor, Ratusan Petani di Pasirlangu Masih Menunggu Relokasi yang Belum Jelas
“Kayaknya karena air irigasi bocor, lama-lama tanah badan jalan kebawa arus. Benar, jalan itu longsor kemarin dan merupakan jalan kewenangan Kabupaten Pandeglang. Jalan yang longsor tersebut merupakan akses utama warga Desa Geredug menuju Kantor Kecamatan Bojong," kata Furqon saat dikonfirmasi Poskota, Senin, 5 Oktober 2026.
Gotong Royong Bangun Akses Darurat
Sambil menunggu perbaikan permanen dari pemerintah daerah, pihak Pemerintah Kecamatan Bojong bersama warga Desa Geredug bergerak cepat merencanakan aksi gotong royong.
Langkah ini diambil guna membuat akses darurat agar mobilitas warga tidak terhindar total.
"Untuk sementara, warga harus memutar melalui Desa Bojong, Kecamatan Saketi. Namun, kami bersama warga Desa Geredug akan melakukan gotong royong membangun jalan sementara, minimal agar bisa dilalui kendaraan roda dua," jelasnya.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor di Tajurhalang, Pos Kamling dan Tiang Listrik Ambruk
Terkait penanganan jangka panjang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang dilaporkan telah menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan pengkajian teknis.
“Kemarin dari pihak Dinas PUPR Pandeglang sudah datang ke lokasi dan melakukan pengukuran. Mudah-mudahan secepatnya pemerintah daerah segera membangun kembali jalan tersebut," ucapnya.
