JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta turun tangan menangani perselisihan warga akibat penggunaan petasan pada sebuah acara di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Langkah ini diambil merespons video viral mengenai kericuhan yang dipicu kebisingan kembang api di pemukiman warga saat tengah malam.
Pramono mengonfirmasi bahwa dirinya langsung memantau perkembangan situasi tak lama setelah peristiwa tersebut ramai di media sosial. Menurutnya, penggunaan petasan hingga dini hari tidak etis karena mengganggu waktu istirahat warga.
"Kebetulan saya mengikuti begitu peristiwa terjadi, kemudian saya meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berperan. Karena bagaimanapun tidak eloklah, sudah jam 01.00 malam masih membunyikan petasan dan sebagainya,” ujar Pramono saat ditemui Poskota di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Senin, 5 Oktober 2026
Baca Juga: Ganti Pola Angkut-Buang, Pramono Anung Beberkan Strategi Baru Pengolahan Sampah Jakarta
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, insiden bermula saat penyelenggara acara peringatan Maulid Nabi dan haul di Jalan Kramat 2 menyalakan kembang api bersuara nyaring secara intensif antara pukul 00.00 WIB hingga 01.00 WIB.
Suara keras tersebut membuat warga sekitar terganggu, bahkan beberapa anak terbangun dan menangis.
Ketegangan memuncak ketika seorang ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus mendatangi lokasi untuk menyampaikan keberatan secara langsung.
Anak dari warga tersebut diketahui sangat sensitif terhadap suara ledakan petasan. Kedatangan ibu tersebut justru memicu percekcokan dengan pihak di lokasi.
Baca Juga: Warga Dukung Pramono Jadikan MPP Satu Pintu: Jangan Lagi Urus Administrasi Dipingpong
Menanggapi hal itu, Pramono mengingatkan warga agar lebih bijak dan saling menghormati saat menyelenggarakan kegiatan di lingkungan bermasyarakat.
Ia tidak melarang tradisi atau perayaan, namun menegaskan batas waktu demi menjaga ketertiban umum.
“Kebetulan anaknya ibu tadi kan memang sensitif terhadap petasan dan sebagainya. Dan saya minta ini mudah-mudahan tidak terulang kembali,” tutur Pramono.
“Kalau memang masih sore, monggo saja. Tapi jangan kemudian mengganggu ketertiban masyarakat,” tegasnya. (M4)
