BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyandaan di Desa Jambudipa, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali dihentikan operasionalnya selama 20 hari.
Langkah tegas ini diambil usai 14 siswa SDN Garuda Kertawangi diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 29 September 2026.
Insiden ini menjadi sorotan tajam lantaran dapur yang sama sebelumnya pernah terlibat kasus keracunan massal yang menimpa 502 siswa SMPN 1 Cisarua pada Oktober 2025.
Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) milik SPPG Panyandaan kini dievaluasi total dan terancam dicabut otoritas terkait. SLHS tersebut didapatkan sejak Februari 2025.
Baca Juga: Benarkah Subsidi Energi Dipangkas Demi MBG? Ini Fakta Sebenarnya
"Karena saat ini masih dalam proses uji laboratorium, kami belum bisa memastikan apakah penyebabnya berasal dari menu makanan atau faktor lain," kata Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima, Senin, 5 Oktober 2026.
Gudang Bumbu Nyampur Garasi
Hasil inspeksi mendadak Satgas MBG bersama kepolisian dan Dinas Kesehatan menemukan sederet pelanggaran SOP Badan Gizi Nasional (BGN) di area dapur pengolahan.
Di antaranya belum ada gudang ompreng, ruang porsi besar menyatu dengan persiapan, serta tidak dipisahkannya alur distribusi makanan bersih dan kotor.
Satgas juga menemukan gudang bahan pangan bersih menyatu dengan garasi mobil, sehingga berisiko tinggi terpapar racun karbon monoksida dari asap kendaraan.
"Tim pemeriksa juga menemukan fasilitas perangkap lemak atau grease trap untuk pengolahan limbah belum terpasang," ujarnya.
Tunggu Uji Laboratorium Dinkes
Fauzan menegaskan seluruh temuan krusial tersebut telah dicatat sebagai bahan evaluasi resmi yang akan diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN).
Pihak yayasan pengelola dapur diminta segera merenovasi dan memperbaiki sistem sanitasi sesuai regulasi yang berlaku sebelum diizinkan beroperasi kembali.
Saat ini Satgas MBG masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan dari Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa.
"Untuk saat ini, statusnya masih dugaan terkait menu makanan, dan kita masih menunggu hasil pengujian laboratorium resmi dari Dinas Kesehatan," ucapnya.
