Eks Menteri Pertahanan (Menhan) itu menyampaikan, keberadaan TNI di tengah masyarakat dapat terlihat ketika berbagai bencana terjadi di sejumlah wilayah. Prajurit disebut selalu turun membantu warga dalam menghadapi situasi darurat, mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, erupsi gunung hingga kebakaran hutan dan lahan.
Prajurit dan para komandan juga dituntut memiliki inisiatif untuk membantu masyarakat tanpa selalu menunggu instruksi dari pimpinan. Kesulitan yang dialami masyarakat harus menjadi perhatian TNI.
“Saudara-saudara datang tanpa diperintah, setiap komandan mengambil inisiatif, setiap panglima tidak menunggu perintah dari atas. Kesulitan rakyat adalah tanggung jawab Tentara Nasional Indonesia,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung keterlibatan prajurit dalam membantu warga ketika akses menuju sejumlah wilayah terputus akibat bencana. Dalam kondisi yang penuh risiko, prajurit tetap berada di lapangan untuk membantu masyarakat.
Prabowo menilai situasi sulit menjadi momentum bagi masyarakat untuk melihat langsung kehadiran TNI sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit yang terus menjalankan tugas di tengah masyarakat.
“Di saat-saat sulit seperti itulah rakyat melihat siapa yang benar-benar hadir bersama mereka. Saya menyampaikan terima kasih saya, penghormatan saya kepada kalian. Terus menjadi tentara rakyat,” pungkasnya.
