TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang belum menerima laporan kasus Influenza A yang terkonfirmasi di wilayahnya.
Informasi tersebut dikonfirmasi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Tangerang, Yumelda Ismawir hingga hari ini, Senin, 5 Oktober 2026.
"Untuk Kota Tangerang, sampai saat ini belum ada laporan untuk kasus Influenza A," kata Yumelda saat diwawancarai via telepon, Senin, 5 Oktober 2026.
Ia mengatakan, data mengenai kasus Influenza A harus merujuk pada hasil pemeriksaan laboratorium dan laporan surveilans terbaru.
Baca Juga: Polisi Beberkan Motif Perampokan WNA Korea di Citra Raya Tangerang, Pelaku Terancam 9 Tahun Penjara
“Data kasus Influenza A terkonfirmasi perlu merujuk pada hasil pemeriksaan laboratorium dan laporan surveilans Dinkes terbaru," ujarnya.
Secara nasional, surveilans Kementerian Kesehatan menunjukkan virus influenza masih beredar di masyarakat. Proporsi influenza yang terdeteksi dalam surveilans mencapai 23 persen, bertambah dari 18 persen pada minggu sebelumnya.
Menurutnya, merebaknya influenza dapat dipengaruhi sejumlah faktor, mulai tingginya penularan antarmanusia, aktivitas masyarakat, kepadatan di ruang tertutup, ventilasi yang kurang baik hingga kondisi musim dan cuaca.
"Influenza A merupakan salah satu virus penyebab influenza musiman dan tidak semua kasus Influenza A berarti penyakit berat," ucapnya.
Influenza A dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti demam, batuk, pilek, hingga kelelahan, tetapi pada kelompok umur lainnya, seperti anak-anak dapat disertai dengan muntah atau diare.
"Pada sebagian orang terutama anak-anak dapat disertai muntah atau diare, tidak semua penderita mengalami demam," tuturnya.
Sementara itu, kelompok umur dengan risiko berat, sambungnya, adalah lansia, anak kecil dan ibu hamil.
"Kelompok yang memiliki risiko mengalami kondisi lebih berat antara lain lansia, anak kecil, ibu hamil serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis," kata dia.
Dinkes Kota Tangerang sedang melakukan upaya penguatan surveilans kasus Influenza sekaligus memantau tren kasus melalui hasil pemeriksaan laboratorium.
"Upaya yang dilakukan antara lain penguatan surveilans kasus influenza/ILI dan SARI di fasilitas pelayanan kesehatan," pungkasnya. (M1)
