POSKOTA.CO.ID - Kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra kembali mendapat perhatian dari aktor sekaligus aktivis lingkungan Leonardo DiCaprio. Ia menyoroti luas hutan yang terbakar sekaligus dampaknya terhadap perubahan iklim, masyarakat, dan satwa liar.
Perhatian DiCaprio disampaikan melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia membagikan informasi mengenai kebakaran yang disebut telah menghanguskan lebih dari 2 juta acre atau sekitar 800.000 hektare hutan di kedua pulau tersebut.
Bukan hanya soal luas area yang terbakar, DiCaprio juga menyoroti kondisi hutan yang semakin rentan akibat perubahan iklim.
Baca Juga: Kondisi Dede Sunandar Usai Pingsan Dipukul Vicky Prasetyo, Sempat Tak Sadarkan Diri
Leonardo DiCaprio Soroti Dampak Perubahan Iklim
Menurut DiCaprio, perubahan iklim membuat kawasan hutan di Kalimantan menjadi semakin kering dan panas. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama ketika berhadapan dengan aktivitas pembukaan lahan.
“Sebagian kebakaran juga berkaitan dengan pembukaan hutan untuk lahan pertanian,” tulis DiCaprio dalam unggahannya, seperti dikutip dari akun Instagram @leonardodicaprio, Sabtu (4/10).
Ia kemudian menjelaskan persoalan lain yang muncul ketika api mencapai kawasan gambut. Lahan gambut menyimpan karbon dalam jumlah besar sehingga kebakaran di wilayah tersebut tidak hanya menghancurkan vegetasi, tetapi juga berpotensi melepaskan karbon ke atmosfer.
Menurutnya, pelepasan karbon tersebut dapat semakin memperburuk persoalan perubahan iklim yang sedang terjadi.
Dampak Kebakaran Hutan Tidak Berhenti di Lingkungan
Persoalan kebakaran hutan dan lahan juga memiliki dampak langsung terhadap manusia. Dalam informasi yang dibagikan DiCaprio, lebih dari 5 juta orang disebut telah terpapar asap akibat kebakaran.
Asap kebakaran hutan dapat mengganggu kualitas udara dan membuat masyarakat di wilayah terdampak harus menghadapi kondisi lingkungan yang tidak sehat. Karena itu, persoalan karhutla tidak bisa hanya dilihat sebagai kerusakan kawasan hutan.
Ada pula persoalan lain yang sering luput dari perhatian, yakni nasib satwa liar yang kehilangan habitatnya.
Orangutan menjadi salah satu satwa yang menghadapi ancaman tersebut. Ketika hutan terbakar, ruang hidup dan sumber makanan mereka ikut berkurang.
Hal serupa dialami owa berjanggut putih Kalimantan. Satwa yang sebagian besar waktunya dihabiskan di atas pepohonan ini memiliki pilihan terbatas untuk menyelamatkan diri ketika kebakaran meluas di habitatnya.
Baca Juga: Link Poster Hari Kesaktian Pancasila 2026, Lengkap dengan Cara Edit dan Bagikan
Bukan Pertama Kali DiCaprio Soroti Hutan Indonesia
Perhatian Leonardo DiCaprio terhadap persoalan lingkungan di Indonesia sebenarnya bukan hal baru. Ia beberapa kali menggunakan platform media sosialnya untuk mengangkat isu konservasi hutan dan ancaman terhadap satwa liar.
Pada 2017, misalnya, DiCaprio pernah membagikan informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia. Saat itu, ia turut menyoroti dampaknya terhadap masyarakat serta habitat orangutan.
Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa persoalan hutan Indonesia telah lama menjadi bagian dari perhatian aktivis lingkungan tersebut. Kali ini, sorotan kembali muncul ketika kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra membawa dampak besar bagi lingkungan, manusia, hingga satwa liar.
Pada akhirnya, kebakaran hutan bukan sekadar persoalan hilangnya tutupan hijau. Ketika api menjalar ke kawasan gambut dan habitat satwa, dampaknya bisa berlangsung jauh lebih panjang. Kondisi tersebut membuat pencegahan kebakaran dan perlindungan hutan tetap menjadi pekerjaan penting, terutama di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.
