"Terpilihnya Suyudi Ario Seto ini kan mirip-mirip Jokowi memilih Listyo Sigit. Mengabaikan senioritas, tapi lebih misalnya dia percaya soal kualitas, regenerasi Polri," tuturnya.
Adib menambahkan, dinamika mengenai senioritas merupakan hal yang pernah terjadi dalam proses pergantian Kapolri sebelumnya. Ia menilai internal Polri telah menghadapi pola serupa ketika Tito Karnavian dan Listyo Sigit dipilih untuk memimpin institusi tersebut.
"Dulu pemilihan soal Tito, Sigit, sampai sekarang Suyudi. Jadi, saya kira tidak terlalu berpengaruh di internal organisasi Polri," katanya.
Ia menilai proses pergantian Kapolri juga memperlihatkan kuatnya kewenangan Presiden dalam menentukan figur yang akan memimpin Polri. Ia menyinggung proses persetujuan DPR yang berlangsung relatif cepat hingga pelantikan pada hari yang sama.
"Siapa yang menduga Kapolri bisa diganti? Hanya fit and proper test pagi 30 menit, paripurna menyetujui, siang dilantik. Nyaris ini," pungkasnya.
