JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemprov DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) bersiap memulai transformasi besar-besaran kawasan Blok M, Jakarta Selatan, melalui proyek Ultimate Development. Proyek ini menggandeng salah satu pengembang besar nasional untuk menyulap kawasan tersebut menjadi hub modern yang terintegrasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa desain penataan kawasan tersebut telah dipresentasikan dan resmi mengantongi persetujuannya.
“Mudah-mudahan dalam minggu ini atau minggu depan, kita akan mulai groundbreaking untuk itu," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pramono menjelaskan, proyek Ultimate Development ini ditujukan agar tata ruang Blok M menjadi lebih teratur, terstruktur, dan terencana.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Tempat Nongkrong di Blok M, dari yang Estetik hingga Gratis
Selain mempercantik wajah kota, revitalisasi ini ditargetkan mampu memberi dorongan signifikan bagi perekonomian para pelaku usaha di sekitar kawasan tersebut.
Usung Konsep Mixed-Use dan Skybridge Terpadu
Penataan Blok M mengusung konsep mixed-use terpadu berbasis Transit-Oriented Development (TOD). Kawasan ini nantinya tidak hanya menghubungkan transportasi publik dengan area komersial, melainkan juga dilengkapi hotel, apartemen, hingga hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Dari sisi infrastruktur fisik, proyek ini mencakup:
- Pembangunan skybridge yang menjadi jalur pejalan kaki melayang yang menghubungkan Stasiun MRT Blok M, Blok M Hub, dan Terminal Bus secara langsung untuk mendukung mobilitas tanpa hambatan.
- Pembangunan grand hub facade sebagai ikon baru kawasan, area taman publik, serta amphitheater yang menghubungkan area tingkat atas dengan area bawah tanah.
Baca Juga: Tarif Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta Naik Jadi Rp15.000 Mulai 1 September 2026
“Lahan milik Pemprov DKI Jakarta dimaksimalkan menjadi kawasan yang ramah pejalan kaki,” ucapnya.
Usai merampungkan penataan Blok M, Pemprov DKI Jakarta berencana melanjutkan fokus penataan ke tiga titik bersejarah lainnya di Jakarta, yaitu Pasar Baru, Pecinan Glodok, dan Kota Tua.
"Setelah Blok M, kami segera akan konsentrasi untuk Pasar Baru, Glodok Pecinan, dan yang terakhir adalah Kota Tua. Supaya semua tempat itu menjadi hub baru bagi Jakarta untuk menerima para wisatawan yang ingin berkunjung ke Jakarta," pungkas Pramono. (M4)
