Tak berhenti sampai disitu, Nuzran melanjutkan pendidikan S2 dan mendapatkan gelar magister di Universitas Pramita Indonesia pada 2009.
Selama berkuliah, Nuzran tercatat aktif bergabung di sejumlah organisasi. Ia pernah memimpin senat mahasiswa IAIN pada 1997-1998. Ia juga bergabung anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Nuzran lalu dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) pengurus besar HMI tingkat nasional untuk periode 2002-2004.
Rekam Jejak Nuzran Joher
Pada 2004, Nuzran terpilih menjadi anggota DPD dari daerah pemilihan Jambi hingga 2009. Ia menjalankan sejumlah tugas dan juga menempati berbagai posisi di DPD. Ia juga pernah menjabat sebagai pimpinan dan anggota alat kelengkapan di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.
Nuzran juga diketahui pernah menjadi anggota kegiatan kajian ketatanegaraan (KKK) MPR selama dua periode, yaitu 2015-2019 dan 2019-2024.
Tak hanya itu, dirinya juga pernah dipercaya untuk menjalankan tugas sebagai staf ahli Ketua DPR RI. Pengalaman tersebut menunjukkan keterlibatannya dalam penguatan sistem hukum dan tata kelola pemerintahan.
Jejak karier Nuzran di Ombudsman dimulai saat ia terpilih menjadi salah satu dari sembilan anggota untuk periode 2026-2031. Ia lalu dilantik sebagai anggota pada 10 April 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pada 18 Agustus 2026, DPR menyetujui Nuzran Joher sebagai ketua Ombudsman RI dalam rapat paripurna. Ia lalu resmi dilantik sebagai Ketua Ombudsman pada 1 Oktober 2026.
