“Insyaallah seluruh penghasilan dari channel YouTube Purnomo Belajar Baik 100% kami gunakan untuk kegiatan sosial … Sekali lagi saya mohon dimaafkan dan kami akan tetap bikin video tanpa monetisasi,” ucapnya.
Banjir Dukungan Netizen
Keputusannya menonaktifkan fitur monetisasi memicu gelombang simpati dan beragam reaksi hangat dari publik. Banyak netizen yang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keikhlasan perwira polisi tersebut dalam merawat puluhan ODGJ tanpa mengutamakan materi.
Di kolom komentar media sosial, netizen ramai-ramai memberikan dukungan moral agar Ipda Purnomo tidak patah semangat dalam menjalankan aksi kemanusiaannya.
“Pak Purnomo, jangan lelah berbuat baik. Ibarat lilin, mungkin dirinya harus terbakar, tetapi cahayanya menerangi kehidupan orang lain. Tetap kuat, tetap tulus, dan terus berkarya,” tulis netizen @h******h****b****i.
Tak sedikit pula masyarakat yang menyayangkan adanya pendataan tersebut. Publik menilai pemerintah atau instansi terkait seharusnya memberikan kemudahan serta perlindungan khusus bagi figur publik yang memanfaatkan platform digital murni untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.
Baca Juga: Polisi Ringkus Pencuri Mobil Antik di Depok, Dijual Murah Rp4 Juta di Facebook
“Harusnya penggiat kegiatan sosial jangan dikenai pajak. Karena mereka membantu negara dalam hal kemanusiaan. Harusnya justru diapresiasi dan di-support oleh pemerintah,” tulis @u********a_*******l.
Dukungan luas dari masyarakat ini kian menguatkan komitmen Ipda Purnomo. Ia memastikan bahwa seluruh program penanganan ODGJ dan kegiatan sosial yang berada di bawah naungannya tidak akan terhenti, serta optimis niat baik memanusiakan sesama akan selalu mendatangkan rezeki melalui jalan lain. (M7)
