Harga Tanah Jabodetabek Naik 1,58 Persen, Jakarta Masih Termahal

Rabu 30 Sep 2026, 20:40 WIB
Harga tanah di kawasan Jabodetabek mengalami kenaikan rata-rata 1,58 persen pada semester II 2025, dengan Jakarta mencatat nilai tertinggi. (Sumber: Jakarta Smart City)
Harga tanah di kawasan Jabodetabek mengalami kenaikan rata-rata 1,58 persen pada semester II 2025, dengan Jakarta mencatat nilai tertinggi. (Sumber: Jakarta Smart City)

“Harga tanah mengalami penyesuaian yang sehat dan stabil,” demikian gambaran yang tercermin dalam laporan tersebut.

Baca Juga: Tarif Transjakarta Naik Mulai 1 Januari 2027, Masyarakat Harapkan Peningkatan Kualitas Layanan

Permintaan Rumah Tapak Ikut Meningkat

Kondisi pasar tanah juga tidak bisa dipisahkan dari perkembangan sektor perumahan. Sebab, sebagian besar lahan di Jabodetabek masih dimanfaatkan untuk pembangunan hunian.

Laporan yang sama mencatat permintaan rumah tapak meningkat 5,6 persen dibandingkan semester sebelumnya. Segmen rumah dengan harga Rp1 miliar hingga Rp2 miliar menjadi salah satu penggerak utama transaksi, dengan pangsa 26,4 persen.

Segmen rumah menengah atas juga mencatat pangsa yang hampir sama, yakni 26,1 persen. Sementara rumah kelas atas berada di angka 25,4 persen.

Data tersebut menunjukkan pasar hunian Jabodetabek masih memiliki permintaan yang cukup beragam. Jadi, meski harga tanah terus mengalami penyesuaian, kebutuhan terhadap rumah di kawasan metropolitan tetap menjadi salah satu faktor penting yang menjaga aktivitas pasar properti.


Berita Terkait


News Update