Harga Cabai di Tigaraksa Melonjak Imbas El Nino, Rawit Merah Tembus Rp85 Ribu per Kilogram

Selasa 29 Sep 2026, 12:34 WIB
Ilustrasi harga cabai. (Sumber: POSKOTA | Foto: M Tegar Jihad)
Ilustrasi harga cabai. (Sumber: POSKOTA | Foto: M Tegar Jihad)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Fenomena kemarau panjang yang dipicu El Nino Godzilla kian meluas dampaknya terhadap sektor pangan. Di Pasar Gudang Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, harga sejumlah jenis komoditas cabai mengalami kenaikan signifikan.

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Gudang Tigaraksa, Norman, mengungkapkan bahwa kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Harga yang semula berada di kisaran Rp65.000 per kilogram kini melambung hingga Rp85.000 per kilogram.

Tak hanya rawit merah, lonjakan harga juga menimpa jenis cabai merah keriting.

"Harga cabai merah keriting ikut naik dari sebelumnya Rp40.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Kenaikan ini sudah berlangsung sejak beberapa minggu lalu dan memang sudah terjadi dari tingkat pasar induk," ujar Norman saat ditemui Poskota di lapaknya, Selasa, 29 September 2026.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Naik 26 Persen, Pemprov Jakarta Ungkap Dampak Kemarau dan Biaya Distribusi

Menurut Norman, faktor cuaca ekstrem menjadi pemicu utama berkurangnya pasokan cabai ke pasaran.

Kondisi kekeringan memicu tingginya tingkat kerusakan tanaman cabai di tingkat petani, bahkan tak sedikit yang mengalami gagal panen.

"Kondisinya memang sedang kemarau panjang, jadi proses tanam sulit. Banyak tanaman cabai milik petani yang mati sebelum dipanen," jelasnya.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu per Kg, Emak-emak Mulai Irit Bikin Sambal

Omzet Pedagang Merosot 30 Persen

Melambungnya harga cabai secara langsung menekan daya beli masyarakat. Banyak konsumen yang terpaksa mengurangi jumlah pembelian, yang berimbas pada menurunnya pendapatan para pedagang pasar.

Norman mengaku mengalami penurunan omzet hingga sepertiga dari pendapatan normal sebelum kenaikan harga terjadi.

"Sangat berpengaruh ke omzet. Penurunannya sekitar 30 persen dibanding saat harga masih normal," ungkapnya.

Menyikapi kondisi tersebut, para pedagang berharap ada intervensi dan tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun pusat untuk menstabilkan pasokan dan harga di pasaran.

"Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi konkret untuk mengendalikan harga cabai ini agar tidak semakin membebani pedagang dan pembeli," pungkas Norman.


Berita Terkait


News Update