Sumarno menilai peristiwa kebakaran perlu diusut secara menyeluruh, terutama setelah adanya temuan yang menurutnya mengarah pada dugaan penggunaan BBM di sekitar kantor pasar. Namun, keterkaitan kebakaran dengan persoalan revitalisasi masih berupa dugaan dan perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat.
"Ditemukan bensin tiga kantong di atas kantor kepala pasar Tono alias Beno dipanggilnya," ucapnya.
Beruntung, tumpahan bensin yang dibungkus dengan plastik transparan tersebut belum sempat tersambar kobaran api dari kios sebelahnya yang menjadi titik awal kebakaran.
Menurutnya, bungkusan plastik berisi bensin itu dilubangi kecil-kecil sehingga cairan tersebut merembes secara perlahan dan menimbulkan bau menyengat di sekitar lokasi kejadian.
"Kalau dilihat cara mainnya masih amatiran. Memang cocok kalau diterapkan Kepala Pasar ini, gitu loh," tuturnya.
Baca Juga: Kebakaran Kampung Muka Ancol Hanguskan 20 Rumah, 143 Warga Mengungsi
Ia menyatakan, pihaknya meminta rencana revitalisasi Pasar Serdang dibatalkan pascakejadian kebakaran. Pedagang juga meminta adanya evaluasi terhadap pengelolaan pasar dan pihak-pihak yang berkaitan dengan rencana revitalisasi.
“Kami berharap revitalisasi ini dibatalkan,” kata dia.
Selanjutnya, kata Sumarno, pedagang berencana menyampaikan aspirasi melalui aksi bersama pedagang pasar lainnya pada 7 Oktober 2026 mendatang. Aksi tersebut, menurutnya, rencananya digelar di Balai Kota Jakarta dan kawasan Istana Negara.
