JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 resmi menjadi panggung penting bagi Jakarta untuk membuktikan kapasitasnya sebagai kota global.
Tak sekadar menyajikan adu gengsi sepak bola Asia Tenggara, turnamen internasional ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga lokal secara nyata melalui momentum sport tourism.
Di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026, Jakarta terpilih menjadi salah satu venue Division 1 mendampingi Bandung.
Seluruh pertandingan Timnas Indonesia dipastikan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), diawali dengan laga perdana melawan Singapura pada Jumat, 25 September 2026.
Baca Juga: Timnas Indonesia Hadapi Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Minta Fokus
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menegaskan bahwa perhelatan kelas dunia ini tidak boleh berhenti sebagai tontonan di dalam stadion semata. Pergerakan suporter, pemain, hingga wisatawan harus memberikan multiplier effect bagi ekosistem bisnis Jakarta.
"Event internasional harus memberi manfaat ekonomi bagi warga. Jangan hanya sukses di lapangan, ekonominya juga harus bergerak," tegas Khoirudin.
Potensi Ekonomi Sektor UMKM hingga Perhotelan
Khoirudin menilai, tingginya mobilitas masyarakat dan tamu dari luar daerah selama turnamen merupakan peluang emas untuk memperkuat ekosistem ekonomi ibu kota. Berbagai sektor diproyeksikan meraup dampak positif, mulai dari kuliner, perhotelan, transportasi, jasa, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, ia mendorong Pemprov DKI Jakarta menggandeng pelaku UMKM dan industri kreatif lokal dalam rangkaian supporting event.
Baca Juga: Legalitas jadi Syarat Mutlak Modal UMKM, DPRD DKI: Pembiayaan Digital Tembus Rp15 Triliun
"Ruang-ruang publik dan kawasan strategis harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk lokal kepada para pengunjung," lanjutnya.
Di sisi lain, kelancaran acara sangat bergantung pada manajemen kota. Khoirudin mengingatkan Pemprov DKI untuk memastikan integrasi akses transportasi umum dan rekayasa lalu lintas berjalan optimal di sekitar area SUGBK.
Kemudahan mobilitas dinilai menjadi kunci utama agar warga maupun wisatawan dapat menikmati atmosfer turnamen tanpa terganggu kemacetan parah.
Merespons hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh FIFA ASEAN Cup 2026. Dukungan mencakup jaminan keamanan, kenyamanan, keandalan armada transportasi, hingga pemantapan citra Jakarta sebagai destinasi sport tourism unggulan.
Baca Juga: PLN Bekali UMKM Binaan Kembangkan Inovasi Produk Berbasis Kopi
Menutup keterangannya, Khoirudin menyebut bahwa tolok ukur kesuksesan Jakarta sebagai tuan rumah tidak cukup diukur dari skor pertandingan atau kelancaran acara di atas lapangan.
"Yang dikejar bukan cuma sukses acaranya, tetapi manfaat setelahnya. Jakarta harus ramah bagi tamu dan nyaman bagi warga. Indikator utamanya adalah dampak ekonomi dan pengalaman positif yang dirasakan masyarakat," pungkasnya.
