Di sisi lain, kelancaran acara sangat bergantung pada manajemen kota. Khoirudin mengingatkan Pemprov DKI untuk memastikan integrasi akses transportasi umum dan rekayasa lalu lintas berjalan optimal di sekitar area SUGBK.
Kemudahan mobilitas dinilai menjadi kunci utama agar warga maupun wisatawan dapat menikmati atmosfer turnamen tanpa terganggu kemacetan parah.
Merespons hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh FIFA ASEAN Cup 2026. Dukungan mencakup jaminan keamanan, kenyamanan, keandalan armada transportasi, hingga pemantapan citra Jakarta sebagai destinasi sport tourism unggulan.
Baca Juga: PLN Bekali UMKM Binaan Kembangkan Inovasi Produk Berbasis Kopi
Menutup keterangannya, Khoirudin menyebut bahwa tolok ukur kesuksesan Jakarta sebagai tuan rumah tidak cukup diukur dari skor pertandingan atau kelancaran acara di atas lapangan.
"Yang dikejar bukan cuma sukses acaranya, tetapi manfaat setelahnya. Jakarta harus ramah bagi tamu dan nyaman bagi warga. Indikator utamanya adalah dampak ekonomi dan pengalaman positif yang dirasakan masyarakat," pungkasnya.
