JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemprov DKI Jakarta menyiapkan strategi penanganan menyeluruh untuk Anak Kali Krukut di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Langkah ini diambil setelah aliran sungai dan waduk di area tersebut tercatat hampir 60 tahun tidak pernah disentuh pengerukan secara optimal.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, penanganan kawasan tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengerukan lumpur secara berkala. Pemprov DKI meluncurkan proyek penataan kawasan sepanjang 2,3 kilometer yang ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun 2027.
"Saya sudah memutuskan penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar menggali, karena pasti nanti akan kembali (dangkal). Walaupun ini sudah hampir 60 tahun tidak pernah digali," ujar Pramono saat meninjau lokasi di Kebon Melati, Tanah Abang, Senin, 28 September 2026.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 28 September 2026: Jakarta Selatan Hujan Sore-Malam Hari
Rencana Penataan Anak Kali Krukut Tak Ada Penggusuran
Penataan sepanjang 2,3 kilometer ini dirancang terintegrasi untuk mengubah wajah kawasan pemukiman padat di Jakarta Pusat tersebut. Pramono membeberkan sejumlah poin utama dalam rencana revitalisasi ini, antara lain:
- Pemasangan turap di sisi kiri dan kanan aliran sungai untuk mencegah erosi dan sedimentasi lanjutan.
- Fasilitas MCK warga yang selama ini dibangun secara parsial dan ala kadarnya akan ditata ulang agar lebih bersih, higienis, dan teratur.
- Area pinggir sungai akan ditanami vegetasi hijau untuk menciptakan ruang terbuka yang lebih asri.
"Sehingga dengan demikian penataannya tidak setengah-setengah di 2,3 kilometer ini. Ini akan ditangani secara menyeluruh, menjadi kawasan yang kita buat menjadi rapi," kata Pramono.
Pramono memastikan penataan kawasan tidak dilakukan dengan menggusur masyarakat yang telah tinggal di lokasi selama puluhan tahun. Penataan akan dilakukan dengan merapikan kawasan tanpa menghilangkan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Baca Juga: Pramono Kaji Usulan CFD Dua Kali Sepekan untuk Tekan Polusi Jakarta
Terkait target pengerjaan, Pramono menargetkan Pengerjaan mulai pada awal 2027 dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun.
Untuk mendukung penataan kawasan, Pemprov DKI Jakarta saat ini menggunakan tiga unit mini spider untuk membantu proses penggalian di lokasi yang memiliki akses sempit.
Menurut Pramono, proses penggalian di kawasan tersebut cukup rumit karena material hasil pengerukan tidak dapat langsung dipindahkan menggunakan dump truck.
