Logam Mulia pada dasarnya memiliki dua harga yang perlu diketahui investor, yaitu harga emas saat pembelian dan harga buyback ketika emas dijual kembali.
Harga jual merupakan nominal yang harus dibayarkan konsumen saat membeli emas dari Logam Mulia. Sementara itu, harga buyback menjadi acuan ketika konsumen menjual emas tersebut kembali kepada Logam Mulia.
Karena adanya spread, membeli emas lalu menjualnya kembali dalam waktu singkat belum tentu menghasilkan keuntungan. Bahkan, investor bisa langsung mengalami kerugian secara nominal meskipun harga emas terlihat tinggi.
“Selisih harga jual dan buyback perlu diperhitungkan sejak awal agar investor tidak keliru menghitung potensi keuntungan,” demikian gambaran sederhananya.
Contoh Potensi Untung dan Rugi Emas Antam
Data historis pada beberapa periode menunjukkan bahwa jangka waktu pembelian sangat berpengaruh terhadap hasil investasi emas.
Investor yang membeli emas pada 25 September 2025 dengan harga Rp2.171.000 per gram, misalnya, berdasarkan kalkulasi yang diberikan mencatat potensi keuntungan 11,24 persen jika dibandingkan dengan harga buyback 25 September 2026.
Sementara pembelian pada 25 Juni 2025 seharga Rp1.932.000 per gram menghasilkan potensi keuntungan 25 persen.
Sebaliknya, pembelian pada 25 Maret 2026 di harga Rp2.850.000 per gram masih mencatat potensi rugi 15,26 persen. Pembelian 25 Agustus 2026 seharga Rp2.768.000 juga masih berada pada posisi rugi 12,75 persen.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 September 2026 Stabil: Ukuran 23K Dijual Rp2 Jutaan per Gram
Gambaran tersebut menunjukkan bahwa emas lebih tepat dilihat sebagai aset dengan tujuan jangka panjang. Investor tidak hanya perlu memperhatikan kenaikan harga emas, tetapi juga memperhitungkan spread antara harga jual dan buyback.
Harga emas Antam pada 25 September 2026 turun Rp15.000 menjadi Rp2.590.000 per gram. Pada saat yang sama, harga buyback turun Rp20.000 menjadi Rp2.415.000 per gram.
Dengan spread Rp175.000 per gram, investor perlu menghitung titik impas sebelum menjual emas. Semakin lama emas disimpan dan semakin besar kenaikan harganya, semakin besar pula peluang untuk menutup selisih tersebut dan memperoleh keuntungan.
