Pasien Cuci Darah di Jakarta Makin Muda, Dinkes: Usia 20 Tahun Sudah Banyak

Jumat 25 Sep 2026, 18:51 WIB
Ilustrasi organ tubuh. Dinkes Jakarta menyebutkan pasien cuci darah banyak berusia 20 tahun. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Ilustrasi organ tubuh. Dinkes Jakarta menyebutkan pasien cuci darah banyak berusia 20 tahun. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)

"Kita tidak berharap bahwa angka usia harapan hidup DKI Jakarta meningkat di atas sampai dengan 75, kita berharap juga berarti harus ada bukan hanya angkanya saja yang tinggi, tetapi juga kesehatannya juga ikut," tuturnya.

Selain itu, Dinkes Jakarta sebelumnya juga mengembangkan sejumlah program untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat. Salah satunya melalui portal DIMBA (Digital Information Media of The Synergy Activist) yang dikembangkan bersama organisasi profesi.

Edukasi dan skrining obat rumah tangga dilakukan melalui metode Ceria (Care Belajar Insan Aktif) oleh apoteker puskesmas kepada 250 kader PKK. Pihaknya juga melakukan survei kepatuhan pengobatan diabetes melitus berbasis aplikasi DOMA terhadap 889 pasien di seluruh RSUD dan RSKD jajaran Dinkes DKI Jakarta.

"Kita bisa melihat sekarang dari usia masih SMP saja sudah mengakses untuk pembelian apa itu namanya skincare. Ini juga harus diwaspadai lebih lanjut. Karena apa? Angka penderita ca atau kanker juga meningkat," katanya.

Ia mengimbau masyarakat tidak menggunakan skincare yang tidak memiliki legalitas dan mengingatkan pelaku usaha untuk memastikan produk yang dipasarkan telah memenuhi ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Masyarakat juga diminta lebih teliti sebelum membeli produk kecantikan.


Berita Terkait


News Update