Kronologi Penemuan Bayi Hidup di Tajurhalang Bogor, Polisi Lacak Mobil Mencurigakan di Dekat Lokasi

Jumat 25 Sep 2026, 17:52 WIB
Bayi laki-laki dalam pengecekan kesehatan oleh bidan sekitar kondisi dipastikan sehat. (Sumber: Polsek Tajurhalang)
Bayi laki-laki dalam pengecekan kesehatan oleh bidan sekitar kondisi dipastikan sehat. (Sumber: Polsek Tajurhalang)

TAJURHALANG, POSKOTA.CO.ID - Warga Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, digegerkan oleh penemuan seorang bayi laki-laki yang masih lengkap dengan tali pusar (ari-ari) pada Jumat, 25 September 2026. Bayi dalam kondisi hidup tersebut ditemukan terbungkus selimut di dalam bilik kayu bekas kios pulsa di pinggir Jalan Raya Bogor - Kemang (Bomang).

Kapolsek Tajurhalang, Iptu Raden Suwito, menjelaskan bahwa penemuan bayi ber-ari-ari tersebut pertama kali diketahui oleh seorang pedagang es yang tengah melintas di lokasi kejadian. Pedagang tersebut menghentikan langkahnya usai mendengar suara tangisan bayi dari arah bangunan kosong.

"Saksi kemudian memastikan asal suara tersebut. Saat dicek dari dekat, ditemukan bayi laki-laki lengkap dengan ari-ari, diselimuti kain, dan dimasukkan ke dalam kantong kain (tote bag) berwarna krem," ujar Raden Suwito, didampingi Bhabinkamtibmas Desa Kalisuren Aiptu Iwan, Jumat.

Penemuan tersebut segera dilaporkan ke pengurus RT dan pihak Desa Kalisuren yang langsung meninjau lokasi. Guna memastikan kesehatannya, bayi malang tersebut langsung dievakuasi ke bidan terdekat.

Baca Juga: Penemuan Bayi dalam Paperbag Hebohkan Warga Kramat Pela, Polisi Lakukan Penyelidikan

"Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi bayi dalam keadaan sehat dan tidak mengalami dehidrasi, meskipun sempat ditelantarkan di kios kosong pinggir jalan," tambah Raden.

Dipasang Garis Polisi dan Diadopsi Warga

Pihak kepolisian melalui Kanit Binmas Ipda Isnan dan Kanit Intel Ipda Dwi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian.

Saat ini, bayi tersebut telah ditangani sementara oleh warga setempat yang bersedia merawat dan mengadopsinya.

"Bayi sementara ini dirawat oleh pasangan suami istri di lingkungan setempat yang sudah 10 tahun merindukan momongan," ucapnya.

Baca Juga: Kronologi Penemuan Bayi Perempuan dalam Tumpukan Sampah di Bojonggede

Terkait upaya pengungkapan pelaku pembuangan bayi, pihak kepolisian mengaku menghadapi kendala teknis akibat ketiadaan kamera pengawas (CCTV) di sekitar TKP.


Berita Terkait


News Update