JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) melanjutkan komitmen keberlanjutan (sustainability) lewat program "PLAN & PLANT, 1 Polis = 1 Mangrove".
Inisiatif lingkungan ini melibatkan agen dan nasabah. Setiap penerbitan satu polis baru yang memenuhi syarat akan dikonversi menjadi penanaman satu pohon mangrove.
Seremoni kelanjutan program ini digelar di Taman Wisata Alam Angke, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Kamis, 24 September 2026, sekaligus memperingati ulang tahun ke-18 Generali Indonesia.
Sejak diluncurkan pada 2023 hingga kuartal kedua 2026, Generali Indonesia telah menanam lebih dari 20.000 pohon mangrove di berbagai pesisir Indonesia.
Baca Juga: TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove, Tumbuhkan Ketahanan Ekosistem di Pesisir Indonesia
Program ini diproyeksikan mampu menyerap emisi karbon (carbon offset) hingga lebih dari 9 juta kg dalam jangka waktu 25 tahun ke depan.
Penanaman Mangrove Diperluas ke Wilayah Subang
Bekerja sama dengan platform teknologi keberlanjutan Jejakin, Generali Indonesia memperluas jangkauan lokasi penanaman mangrove ke Desa Legon Wetan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Perluasan ini melengkapi kawasan penanaman sebelumnya yang tersebar di Kampung Laut Cilacap, Jawa Tengah dan Geopark Ciletuh, Jawa Barat.
Komitmen Generali Indonesia dalam melestarikan mangrove sejalan dengan kebutuhan rehabilitasi ekosistem pesisir di Indonesia. Sebagai negara dengan kawasan mangrove terbesar di dunia yang mencakup sekitar 3,44 juta hektare atau 20 persen secara global, 600.000 hektare kawasan mangrove di antaranya masih membutuhkan rehabilitasi.

Selain itu, alih fungsi lahan dengan rata-rata 25.000 hektare per tahun turut menjadi ancaman bagi keberlanjutan ekosistem. Mangrove memiliki peran penting dalam menyerap karbon, melindungi kawasan pesisir dari abrasi, serta menjaga keanekaragaman hayati dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Setiap penanaman mangrove yang dilakukan merupakan hasil kontribusi bersama antara Generali Indonesia, tenaga pemasar, dan nasabah dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan kelestarian ekosistem," kata President Director & CEO Generali Indonesia, Rebecca Tan dalam keterangannya, Kamis, 24 September 2026.
Pelopor Asuransi Ramah Lingkungan
Chief Growth Officer Jejakin, Sudono Salim mengapresiasi konsistensi Generali Indonesia sebagai pionir industri asuransi yang mengintegrasikan prinsip Environment, Social and Governance (ESG) ke dalam operasional bisnis.
Sudono menambahkan, perkembangan seluruh pohon mangrove yang ditanam akan dipantau secara transparan menggunakan teknologi sensor digital Jejakin.
"Kolaborasi ini merupakan kemitraan pertama dan berkelanjutan bagi Jejakin dengan perusahaan asuransi, sekaligus menunjukkan komitmen Generali Indonesia sebagai pelopor dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi dan operasional bisnisnya," ujarnya.
Selain penanaman mangrove, Generali Indonesia konsisten menerapkan operasional ramah lingkungan melalui efisiensi kertas, kebijakan Work From Home (WFH), digitalisasi layanan, hingga fitur asuransi pendukung transportasi publik.
