3 Pernyataan Java United soal Keributan Lawan Persija, Serahkan ke Komdis PSSI

Kamis 24 Sep 2026, 11:14 WIB
Java United menyampaikan tanggapan terkait kericuhan dalam laga melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. (Sumber: Java United)
Java United menyampaikan tanggapan terkait kericuhan dalam laga melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. (Sumber: Java United)

POSKOTA.CO.ID - Java United memberikan tanggapan terkait keributan yang terjadi saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9). Tim berjuluk Laskar Kepodang Emas tersebut menyatakan menyerahkan proses penyelesaian kejadian kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Pernyataan Java United muncul setelah video yang memperlihatkan Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Oktavian, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, ia diduga melontarkan ucapan diskriminatif kepada pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. Namun, dugaan tersebut masih perlu dilihat berdasarkan pemeriksaan dan proses klarifikasi pihak terkait.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Kamis (24/9), Java United menyampaikan tiga pernyataan mengenai insiden yang menjadi perhatian publik tersebut.

Baca Juga: Peluang Medali Emas Indonesia di Asian Games 2026 Hari Ini 24 September, Cek Daftar Finalnya

1. Java United Ingin Membawa Kebaikan dalam Sepak Bola

Java United menegaskan filosofi klub yang mengedepankan kesempatan, harapan, dan kebahagiaan. Nilai tersebut menjadi bagian dari upaya tim untuk menghadirkan pengalaman positif melalui sepak bola.

Klub menyebut olahraga ini seharusnya dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, tanpa terbatas pada usia maupun latar belakang.

"Sepak bola merupakan olahraga yang menghiburkan dan menyenangkan bagi semua golongan dan usia," tulis Java United dalam pernyataannya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pandangan klub terhadap nilai-nilai yang ingin dibangun melalui sepak bola.

2. Menyayangkan Kericuhan saat Melawan Persija

Java United mengakui adanya kejadian kericuhan dalam pertandingan melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Insiden tersebut kemudian menjadi sorotan publik, terutama setelah beredarnya video yang dikaitkan dengan dugaan ucapan diskriminatif terhadap Shin Tae-yong.

Meski demikian, Java United tidak secara terperinci menjelaskan rangkaian kejadian yang menjadi pemicu keributan. Klub menyatakan penyesalannya terhadap peristiwa yang berlangsung selama pertandingan.

"Kami menyayangkan kejadian kericuhan dengan segala pemicu dan penyebab peristiwa tersebut," tulis Java United.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa klub menyoroti kejadian secara keseluruhan, termasuk faktor-faktor yang dinilai berkaitan dengan munculnya kericuhan.

3. Serahkan Penyelesaian kepada Komdis PSSI

Terkait dugaan ucapan diskriminatif dan keributan dalam laga melawan Persija, Java United memilih menyerahkan proses penyelesaian kepada Komdis PSSI.

Klub menyatakan bahwa pihaknya menghormati proses pemeriksaan dan keputusan yang nantinya diambil oleh lembaga disiplin sepak bola Indonesia tersebut.

Baca Juga: Persija Jakarta Rekrut Marselino Ferdinan, Dikontrak hingga 2028

"Kami yakin setiap kejadian ada penyebab dan pemicunya, yang bisa menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan," ungkap Java United.

Dengan menyerahkan persoalan kepada Komdis PSSI, Java United menempatkan proses penanganan insiden tersebut dalam mekanisme yang berlaku di lingkungan sepak bola nasional.

Tiga pernyataan Java United menyoroti komitmen klub terhadap nilai positif sepak bola, penyesalan atas kericuhan, serta penyerahan proses penyelesaian kepada Komdis PSSI. Sementara itu, dugaan ucapan diskriminatif yang melibatkan Achmad Resal Oktavian masih perlu ditindaklanjuti melalui klarifikasi dan pemeriksaan pihak berwenang.

Proses Komdis PSSI diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai rangkaian kejadian dan faktor yang melatarbelakangi insiden dalam pertandingan Java United vs Persija Jakarta.


Berita Terkait


News Update