Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Mundur, BMKG Ungkap Dampak El Niño Sangat Kuat

Selasa 22 Sep 2026, 17:08 WIB
Musim hujan 2026/2027 diprediksi datang lebih lambat di sebagian besar wilayah Indonesia akibat pengaruh El Niño sangat kuat dan IOD positif. (Poskota/Ahmad Tri Hawaari)
Musim hujan 2026/2027 diprediksi datang lebih lambat di sebagian besar wilayah Indonesia akibat pengaruh El Niño sangat kuat dan IOD positif. (Poskota/Ahmad Tri Hawaari)

Januari 2027: 162 ZOM atau 25,68 persen wilayah.

Februari 2027: 190 ZOM atau 16,79 persen wilayah.

Meski waktu kedatangan dan durasinya berubah, BMKG memprediksi sifat hujan di 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan masih berada dalam kategori normal.

Baca Juga: Kortastipidkor Polri Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Gowa, Usut Dugaan Korupsi PBG

Dampak bagi Pangan, Air, dan Mitigasi Bencana

BMKG mencatat 556 ZOM atau 61,91 persen luas daratan Indonesia masih mengalami musim kemarau. Sejumlah wilayah bahkan mengalami hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari. Periode tanpa hujan terpanjang tercatat di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama 131 hari.

Kondisi ini berpotensi menekan ketersediaan air dan sektor pangan. BMKG merekomendasikan penyesuaian jadwal tanam, penggunaan varietas tanaman berumur pendek, serta penguatan pengendalian organisme pengganggu tanaman.

Masyarakat juga diimbau menghemat air dan meningkatkan kapasitas tampungan air di rumah. Pemerintah daerah perlu mempersiapkan mitigasi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan, terutama pada September-Oktober.

Memasuki musim hujan, kesiapan menghadapi banjir dan longsor turut menjadi perhatian. Prediksi BMKG diharapkan menjadi dasar perencanaan dini bagi sektor pangan, air, energi, kesehatan, dan lingkungan.


Berita Terkait


News Update