POSKOTA.CO.ID - Sejumlah mahasiswa IPB University mengaku merasa kurang nyaman dengan keberadaan seorang pria yang disebut kerap terlihat berdiri diam di pinggir jalan kawasan Bara-Balio, Dramaga, Bogor.
Keluhan tersebut disampaikan melalui unggahan media sosial yang kemudian menjadi perhatian karena lokasi itu merupakan salah satu kawasan yang banyak dilalui mahasiswa, termasuk pada malam hari.
Mahasiswa Mengaku Sering Melihat Sosok Pria pada Siang dan Malam Hari
Dalam unggahan yang beredar di threads, seorang mahasiswa menceritakan pengalamannya melihat pria tersebut beberapa kali. Sosok itu disebut berada di sisi jalan, baik ketika siang maupun malam hari, tanpa melakukan aktivitas yang dijelaskan secara terperinci dalam unggahan.
Baca Juga: Komplotan Curanmor Kakak-Adik Diringkus Polisi di Depok, Kunci Y dan CCTV jadi Bukti
Keberadaan pria tersebut membuat sebagian mahasiswa merasa waswas, terutama mereka yang harus melewati kawasan Bara-Balio saat pulang pada malam hari. Kekhawatiran muncul karena sosok tersebut dinilai memiliki kebiasaan berdiri diam di lokasi yang tidak biasa bagi pejalan kaki.
"guys warga ipb kalian tau ga si lelaki yg gelagatnya aneh dan suka suka berdiri dipinggir jalan and just standing like he doesn't really insane? jujur sebagai anak yang pulang selalu malem sangat merasa tidak aman dan tidak nyaman kalo liat dia ada di jalan karena gelagatnya JANGALLL" ujar akun @shyfiony dikutip Selasa, 22 September 2026.
"iya sih dia cuman berdiri diem doang, tp maksud gua dia berdiri diem doang justru yang aneh...tatapnnya kosong, tapi ga siang ga malem ada mulu. kan serem. dan yang paling gua takutin karena dia selalu diem di pinggir jalan yang bukan trotoar juga, kadang takut nabrak blio" lanjutnya
Namun, perlu diperhatikan bahwa belum ada informasi terverifikasi yang menunjukkan pria tersebut melakukan tindakan kriminal atau mengancam keselamatan mahasiswa.
Rasa khawatir yang muncul dalam unggahan lebih berkaitan dengan keberadaannya yang dianggap tidak biasa dan menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa.
Lokasi Pria Berdiri Disebut Dekat Jalur Kendaraan
Selain persoalan kenyamanan, keberadaan pria itu juga dikaitkan dengan aspek keselamatan pengguna jalan. Berdasarkan keluhan yang disampaikan, pria tersebut disebut berdiri di sisi jalan yang bukan merupakan trotoar dan berada cukup dekat dengan jalur kendaraan.
Kondisi semacam ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran bagi pengendara maupun pejalan kaki. Meski begitu, belum terdapat keterangan yang memastikan apakah pria tersebut mengganggu lalu lintas, membahayakan pengendara, atau membutuhkan bantuan tertentu.
Untuk memastikan situasi, diperlukan informasi langsung dari pihak terkait, termasuk keterangan mahasiswa yang berada di lokasi, warga sekitar, maupun pengelola keamanan kawasan. Langkah tersebut penting agar persoalan tidak hanya berkembang berdasarkan asumsi atau pengamatan sepihak di media sosial.
Baca Juga: Jakarta Masuk 50 Besar Destinasi Wisata Belanja Terbaik Dunia 2026, Kalahkan Bangkok
Bara-Balio Menjadi Kawasan Aktivitas Mahasiswa IPB
Kawasan Bara dan Balio di Dramaga dikenal sebagai area yang banyak dihuni mahasiswa IPB University. Berbagai aktivitas mahasiswa berlangsung di sekitar wilayah tersebut, mulai dari tempat tinggal, perjalanan menuju kampus, hingga kegiatan sehari-hari.
Karena itu, keamanan dan kenyamanan lingkungan menjadi perhatian, khususnya bagi mahasiswa yang beraktivitas hingga malam hari. Keluhan terkait keberadaan seseorang di pinggir jalan perlu ditanggapi secara proporsional, tanpa langsung mengaitkannya dengan tindakan kriminal yang belum terbukti.
Mahasiswa yang merasa tidak aman dapat memilih jalur yang lebih ramai, bepergian bersama teman, serta menghubungi petugas keamanan atau pihak berwenang apabila menemukan situasi yang benar-benar mengancam. Di sisi lain, masyarakat juga perlu menghindari penyebaran identitas maupun tuduhan terhadap seseorang tanpa dasar yang jelas.
Keluhan mahasiswa IPB mengenai pria yang disebut sering berdiri di pinggir jalan Bara-Balio, Dramaga, Bogor, menjadi perhatian karena berkaitan dengan rasa aman saat beraktivitas, terutama pada malam hari. Meski demikian, belum ada bukti yang menunjukkan adanya tindakan kriminal dalam peristiwa tersebut.
Informasi lebih lanjut dari pihak terkait diperlukan untuk memahami kondisi sebenarnya di lapangan. Dengan begitu, kekhawatiran mahasiswa dapat ditangani berdasarkan fakta, bukan sekadar dugaan yang beredar di media sosial.
