"Satu porsi nasi rames lauk ayam masih saya jual Rp14.000. Belum pernah saya naikkan karena konsumen sensitif dengan perubahan harga. Walau untung sangat tipis, yang penting usaha masih bisa terus berjalan," kata Kheruroh.
Kenaikan harga daging ayam potong ini memperpanjang deretan harga bahan pokok yang belum kembali stabil, sekaligus menjadi beban tambahan bagi sektor pedagang kecil menengah yang bergantung pada komoditas pangan harian.
"Alhamdullilah sampai saat ini masih bisa terus berdagang yang penting bisa terus berjalan sudah alhamdullilah," pungkasnya.
