Maudy Ayunda Mengapa Disebut Tone Deaf? Konten Mindfulness Picu Perdebatan di Threads

Senin 14 Sep 2026, 11:05 WIB
Maudy Ayunda kembali menjadi perbincangan setelah konten mindfulness di tengah derasnya berita buruk memicu kritik warganet di Threads. (Sumber: Instagram/@maudyayunda)
Maudy Ayunda kembali menjadi perbincangan setelah konten mindfulness di tengah derasnya berita buruk memicu kritik warganet di Threads. (Sumber: Instagram/@maudyayunda)

POSKOTA.CO.ID - Maudy Ayunda kembali menjadi perbincangan warganet pada September 2026. Kali ini, potongan konten YouTube miliknya tentang mindfulness di tengah derasnya berita buruk memicu kritik hingga muncul tudingan tone deaf.

Sebagian publik menilai pesan tersebut kurang peka terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, sementara lainnya menganggap Maudy hanya ingin membagikan cara menjaga kesehatan mental.

Konten Mindfulness Maudy Ayunda yang Diperdebatkan

Perbincangan bermula dari video terbaru di kanal YouTube Maudy Ayunda berjudul “thoughts on living with bad news - maudy ayunda”. Video berdurasi sekitar 13 menit itu mengangkat gagasan mindfulness in the age of bad news, yakni cara menjaga kondisi mental ketika seseorang terus terpapar kabar negatif.

Baca Juga: Kanaya Whu Sakit Kanker Apa? Ini Fakta Penyakit hingga Jejak Karier Vokalis Emka 9 sebelum Meninggal

Dalam konteks ini, mindfulness bukan ajakan untuk berhenti peduli terhadap keadaan sekitar. Konsep tersebut lebih berkaitan dengan kemampuan menyadari pikiran, emosi, dan kondisi saat ini tanpa langsung menghakimi atau bereaksi.

Maudy sebelumnya juga pernah membahas tema serupa pada Juli 2026. Ia mencontohkan aktivitas sederhana seperti mandi dan menggunakan perawatan tubuh sebagai kesempatan untuk mengurangi distraksi.

“Karena kalau kita lagi stres, sebenarnya kita lagi mikirin masa depan atau mikirin masa lalu, tapi nggak present,” kata Maudy saat membicarakan konsep tersebut.

Secara psikologi, mindfulness memang memiliki dasar penelitian. American Psychological Association menjelaskan mindfulness sebagai kesadaran terhadap kondisi internal dan lingkungan pada saat ini. Namun, manfaat tersebut tidak otomatis membuat setiap penyampaian tentang mindfulness diterima semua orang.

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tone Deaf?

Persoalan utama yang memicu kritik bukan terletak pada definisi mindfulness, melainkan konteks penyampaiannya.

Sebagian warganet menilai masalah yang sedang dihadapi masyarakat bukan sekadar berita buruk di layar ponsel. Kebakaran hutan, tekanan ekonomi, sulitnya memperoleh pekerjaan, dan persoalan sosial lainnya merupakan kenyataan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.

Karena itu, nasihat untuk mengelola stres melalui mindfulness dianggap sebagian audiens terlalu sederhana jika disampaikan tanpa cukup mempertimbangkan kondisi tersebut.

Di sisi lain, ada pula pengguna Threads yang membela Maudy. Menurut pandangan ini, menjaga kesehatan mental justru penting ketika seseorang terus menerima informasi negatif. Berlatih mindfulness tidak berarti mengabaikan masalah sosial, tetapi membantu seseorang mengelola respons diri agar tidak terus berada dalam kondisi kewalahan.

Perbedaan cara memahami pesan inilah yang membuat polemik semakin ramai.

Arti Tone Deaf yang Sebenarnya

Istilah tone deaf secara harfiah berkaitan dengan ketidakmampuan mengenali nada musik. Dalam penggunaan sosial, Cambridge Dictionary menjelaskan istilah tersebut juga dapat merujuk pada sikap yang dianggap tidak memahami perasaan orang lain atau kebutuhan dalam situasi tertentu.

Dengan demikian, ketika warganet menyebut konten Maudy tone deaf, mereka sedang menyampaikan penilaian bahwa pesan tersebut dianggap kurang peka terhadap kondisi audiens. Label ini bukan fakta objektif mengenai kepribadian Maudy.

Baca Juga: Alasan Kangen Band Bubar Apa? Dodhy Singgung 'Kezaliman' dalam Unggahan

Bukan Kali Pertama Maudy Mendapat Kritik

Tudingan serupa sebelumnya muncul pada Desember 2025 ketika sebagian warganet memperdebatkan respons Maudy terhadap bencana banjir di Sumatra.

Pada Juni 2026, pernyataannya mengenai pleasure dan kebahagiaan juga menjadi bahan diskusi. Sebagian pengguna Threads mempertanyakan apakah pandangan tersebut cukup merepresentasikan masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi sehari-hari.

Meski demikian, kritik terhadap satu konten tidak otomatis menggambarkan seluruh aktivitas seseorang. Maudy juga tetap terlibat dalam kegiatan sosial melalui Maudy Ayunda Foundation.

Jadi, kenapa Maudy Ayunda disebut tone deaf? Penyebabnya terutama berkaitan dengan timing, konteks, dan posisi figur publik saat menyampaikan pesan mindfulness. Sebagian audiens menganggapnya sebagai ajakan menjaga kesehatan mental, sedangkan lainnya merasa pesan tersebut kurang membumi di tengah persoalan yang mereka alami.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa sebuah nasihat tidak hanya dinilai dari isi pesannya, tetapi juga dari situasi dan pengalaman orang yang menerimanya.


Berita Terkait


News Update