Maudy Ayunda Mengapa Disebut Tone Deaf? Konten Mindfulness Picu Perdebatan di Threads

Senin 14 Sep 2026, 11:05 WIB
Maudy Ayunda kembali menjadi perbincangan setelah konten mindfulness di tengah derasnya berita buruk memicu kritik warganet di Threads. (Sumber: Instagram/@maudyayunda)
Maudy Ayunda kembali menjadi perbincangan setelah konten mindfulness di tengah derasnya berita buruk memicu kritik warganet di Threads. (Sumber: Instagram/@maudyayunda)

Di sisi lain, ada pula pengguna Threads yang membela Maudy. Menurut pandangan ini, menjaga kesehatan mental justru penting ketika seseorang terus menerima informasi negatif. Berlatih mindfulness tidak berarti mengabaikan masalah sosial, tetapi membantu seseorang mengelola respons diri agar tidak terus berada dalam kondisi kewalahan.

Perbedaan cara memahami pesan inilah yang membuat polemik semakin ramai.

Arti Tone Deaf yang Sebenarnya

Istilah tone deaf secara harfiah berkaitan dengan ketidakmampuan mengenali nada musik. Dalam penggunaan sosial, Cambridge Dictionary menjelaskan istilah tersebut juga dapat merujuk pada sikap yang dianggap tidak memahami perasaan orang lain atau kebutuhan dalam situasi tertentu.

Dengan demikian, ketika warganet menyebut konten Maudy tone deaf, mereka sedang menyampaikan penilaian bahwa pesan tersebut dianggap kurang peka terhadap kondisi audiens. Label ini bukan fakta objektif mengenai kepribadian Maudy.

Baca Juga: Alasan Kangen Band Bubar Apa? Dodhy Singgung 'Kezaliman' dalam Unggahan

Bukan Kali Pertama Maudy Mendapat Kritik

Tudingan serupa sebelumnya muncul pada Desember 2025 ketika sebagian warganet memperdebatkan respons Maudy terhadap bencana banjir di Sumatra.

Pada Juni 2026, pernyataannya mengenai pleasure dan kebahagiaan juga menjadi bahan diskusi. Sebagian pengguna Threads mempertanyakan apakah pandangan tersebut cukup merepresentasikan masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi sehari-hari.

Meski demikian, kritik terhadap satu konten tidak otomatis menggambarkan seluruh aktivitas seseorang. Maudy juga tetap terlibat dalam kegiatan sosial melalui Maudy Ayunda Foundation.

Jadi, kenapa Maudy Ayunda disebut tone deaf? Penyebabnya terutama berkaitan dengan timing, konteks, dan posisi figur publik saat menyampaikan pesan mindfulness. Sebagian audiens menganggapnya sebagai ajakan menjaga kesehatan mental, sedangkan lainnya merasa pesan tersebut kurang membumi di tengah persoalan yang mereka alami.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa sebuah nasihat tidak hanya dinilai dari isi pesannya, tetapi juga dari situasi dan pengalaman orang yang menerimanya.


Berita Terkait


News Update