DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Fenomena hujan abu vulkanik dampak letusan Gunung Anak Krakatau menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang masker di Kota Depok. Penjualan alat pelindung pernapasan tersebut melonjak drastis hingga ludes diburu warga.
Rafli, 51 tahun, seorang pedagang masker kaki lima di Jalan Raya Citayam, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, kewalahan melayani pembeli sejak Minggu pagi.
"Momen jarang saat seperti sekarang ini dampak dari letusan Anak Krakatau di daerah Banten, imbasnya abu vulkaniknya sampai ke Kota Depok. Sejak dari pagi sampai sore ini ada saja pembeli tidak putus mencari masker," kata Rafli kepada Poskota, Minggu, 6 September 2026.
Tingginya permintaan pasar membuat harga masker medis biasa yang isi 50 buah merangkak naik dari harga normal Rp15.000 jadi Rp25.000 per boks.
Baca Juga: 3 Jadwal Kereta Tambahan ke Jakarta Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau Hari Ini, Cek Jam Berangkatnya
"Karena stok yang tersedia terbatas hanya sekitar 20 box sehingga sudah langsung larus terjual banyak yang mencari dan butuh buat kesehatan," ujarnya.
Meski ia tidak menjual masker tipe N95 yang direkomendasikan para ahli, warga tetap memborong stok masker medis biasa yang tersisa, karena ketersediaan di sejumlah minimarket sekitar dilaporkan telah habis.
Langkah antisipasi ini juga diambil, Randi, 35 tahun, warga Depok yang sengaja memborong masker untuk perlindungan seluruh anggota keluarganya.
"Tadi pagi sewaktu mau jalan kerja di kap mobil sudah banyak debu vulkanik berwarna gelap kecoklat-coklatan. Tidak hanya di kap mobil tapi juga kaca mobil cukup tebal," ucapnya.
Baca Juga: Link Live CCTV Gunung Anak Krakatau Terbaru Hari Ini, Pantau Aktivitas Erupsi Secara Langsung
Randi mengaku mendapati lapisan debu kehitaman cukup tebal menutupi kap dan kaca mobilnya saat hendak berangkat kerja pada Minggu pagi, sehingga ia langsung berburu masker demi menjaga kesehatan anak dan istrinya di rumah.
"Buat jaga-jaga demi kesehatan juga jadi beli masker. Meski tahu dimana-mana pedagang masker maupun minimarket diserbu pembeli tapi dapat juga," tuturnya.
