POSKOTA.CO.ID - Kondisi fisik Rosario de Marshall alias Hercules selama bertahun-tahun menjadi perhatian publik. Ketua Umum GRIB Jaya itu diketahui menggunakan bola mata buatan pada bagian kanan serta tangan kanan prostetik.
Namun, kedua kondisi tersebut ternyata tidak berasal dari satu kejadian yang sama. Berdasarkan sejumlah kesaksian Hercules dalam wawancara lama, cedera pada tangan dan kerusakan mata kanannya terjadi pada masa yang berbeda.
Tangan Kanan Hercules Diamputasi Saat di Timor Timur
Hercules berasal dari Timor Timur, wilayah yang kini menjadi Timor-Leste. Pada masa mudanya, ia pernah menjadi Tenaga Bantuan Operasi (TBO) yang membantu kegiatan operasi militer Indonesia, termasuk pekerjaan berkaitan dengan logistik.
Baca Juga: Krisjiana Baharuddin Selingkuh dengan Lawan Main? Siti Badriah Beri Klarifikasi
Dalam wawancara yang kemudian dibukukan dalam Kick Andy: Menonton dengan Hati, Hercules mengungkapkan perannya ketika berada di Timor Timur.
“Di sana saya membantu segala-galanya, hingga memegang gudang logistik Kopassus,” kata Hercules.
Pada periode tersebut, tangan kanannya mengalami cedera serius. Ia kemudian dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto.
Cedera itu tidak dapat dipulihkan sehingga bagian tangan kanannya harus diamputasi. Setelah menjalani perawatan, Hercules kemudian menggunakan tangan prostetik dari sekitar siku ke bawah.
Soal penyebab pasti cedera tersebut, ada versi yang berbeda dalam sejumlah pemberitaan. Salah satu cerita yang banyak beredar menyebut tangan Hercules terluka akibat kecelakaan helikopter ketika membawa logistik.
Meski begitu, Hercules sendiri pernah memilih tidak menjelaskan detail kejadian tersebut.
“Nggak perlulah saya ceritakan. Timtim ibarat nasi sudah menjadi bubur. Kalau saya ceritakan nanti ada pihak-pihak yang tidak suka,” ujarnya dalam wawancara lama.
Karena itu, cerita mengenai kecelakaan helikopter sebaiknya tidak dianggap sebagai fakta tunggal tanpa melihat kesaksian Hercules sendiri.
Kenapa Mata Hercules Buta Sebelah?
Berbeda dari tangan kanannya, kerusakan mata kanan Hercules dikaitkan dengan luka tembak yang terjadi dalam perjalanan hidupnya setelah berada di Jakarta.
Hercules pernah menceritakan dirinya beberapa kali menjadi sasaran penembakan. Salah satu kejadian menyebabkan mata kanannya mengalami kerusakan parah.
“Pernah ditembak satu meter sampai beberapa peluru, tapi itu bukan sekali, ada beberapa kali. Termasuk salah satu mata sebelah kanan enam peluru,” kata Hercules.
Dalam kesaksian lainnya, ia menggambarkan kondisi bola mata kanannya yang pecah akibat tembakan. Kerusakan tersebut membuat mata kanan tidak lagi berfungsi dan akhirnya digantikan dengan bola mata buatan.
Catatan wawancara juga menyebut peluru mengenai bagian mata kanan hingga menembus ke belakang kepala.
Siapa yang Menembak Mata Hercules?
Pertanyaan mengenai siapa yang menembak Hercules masih belum memiliki jawaban pasti berdasarkan kesaksian yang dapat diverifikasi.
Hercules memang pernah menceritakan jarak tembakan, jumlah peluru dan dampak luka yang dialaminya. Namun, dalam kesaksian yang tersedia, ia tidak menyebut secara jelas identitas orang yang menembaknya.
Artinya, menyebut nama individu atau kelompok tertentu sebagai pelaku tanpa bukti yang kuat justru berisiko menyesatkan pembaca.
Baca Juga: Melva Maria Rosa Pardede Siapa? Viral Usai Aksi di DPR, Ini Fakta dan Klaim yang Beredar
Dua fakta penting tentang kondisi fisik Hercules
- Tangan kanan: mengalami cedera berat saat Hercules masih berada di Timor Timur dan kemudian harus diamputasi.
- Mata kanan: rusak akibat luka tembak dalam periode kehidupan berikutnya dan akhirnya menggunakan mata buatan.
- Pelaku penembakan: identitasnya tidak dapat dipastikan dari kesaksian yang tersedia.
- Versi kecelakaan helikopter: banyak diberitakan, tetapi Hercules pernah tidak menjelaskan secara rinci penyebab cedera tangannya.
Setelah menjalani perawatan, Hercules kemudian menjalani kehidupan di Jakarta. Ia pernah mengungkapkan bagaimana dirinya memulai hidup dengan kondisi terbatas di kawasan Tanah Abang.
“Saya mau mandiri. Tiba di Tanah Abang, saya tinggal di kolong jembatan,” tuturnya.
Dari sinilah perjalanan Hercules di lingkungan Tanah Abang kemudian berkembang dan menjadi bagian penting dari kisah hidupnya.
Dalam wawancara tahun 2007, Hercules juga mengaku pernah mengalami berbagai serangan, termasuk luka tembak dan belasan luka bacok. Ketika ditanya mengapa dirinya masih bisa bertahan setelah mengalami sejumlah kejadian tersebut, ia menjawab singkat, “Mungkin waktu itu belum tiba.”
Pada akhirnya, kisah tentang kondisi fisik Hercules perlu dipisahkan antara fakta yang ia sampaikan sendiri dan cerita yang berkembang dalam berbagai pemberitaan. Terutama mengenai penyebab cedera tangan serta identitas pelaku penembakan, keduanya membutuhkan kehati-hatian agar tidak berubah menjadi informasi yang tidak terverifikasi.
