Gunung Merapi Erupsi Jumat Malam, Awan Panas Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat Daya

Sabtu 29 Agu 2026, 12:03 WIB
Aktivitas Gunung Merapi dan potensi awan panas guguran menjadi perhatian warga di kawasan lereng Merapi. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dan menjauhi kawasan bahaya. (Sumber: Instagram/@badan.geologi)
Aktivitas Gunung Merapi dan potensi awan panas guguran menjadi perhatian warga di kawasan lereng Merapi. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dan menjauhi kawasan bahaya. (Sumber: Instagram/@badan.geologi)

YOGYAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat pada Jumat malam, 28 Agustus 2026. Gunung api yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut mengalami erupsi yang disertai awan panas guguran.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.22 WIB. Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas meluncur sekitar 2.000 meter ke arah barat daya.

“Estimasi jarak luncur 2.000 meter dengan amplitudo maks 87,74 mm durasi 116,97 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih),” tulis BPPTKG dalam laporan aktivitas Gunung Merapi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang tinggal di kawasan lereng Merapi, terutama wilayah yang berada di sekitar alur sungai berhulu di gunung tersebut.

Baca Juga: Fajar Aldila Anak Siapa? Simak Fakta Terbaru soal Wakil Bupati Sumedang yang Terseret Isu Pelecahan

Status Gunung Merapi Masih Level III atau Siaga

Mengacu pada informasi resmi yang dimuat Polresta Sleman, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Artinya, masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana perlu memperhatikan perkembangan aktivitas gunung dan tidak mengabaikan rekomendasi petugas.

Pada level ini, potensi bahaya utama masih berupa guguran lava dan awan panas guguran. Ancaman terutama mengarah ke sektor selatan hingga barat daya.

Beberapa alur sungai yang perlu mendapat perhatian adalah Sungai Boyong dengan jarak potensi bahaya maksimal 5 kilometer. Sementara Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki potensi bahaya hingga maksimal 7 kilometer.

Wilayah dan alur sungai yang perlu diwaspadai

Berikut beberapa titik yang disebut dalam rekomendasi terkait aktivitas Gunung Merapi:

  • Sungai Boyong – potensi bahaya hingga maksimal 5 kilometer.
  • Sungai Bedog – potensi bahaya hingga maksimal 7 kilometer.
  • Sungai Krasak – potensi bahaya hingga maksimal 7 kilometer.
  • Sungai Bebeng – potensi bahaya hingga maksimal 7 kilometer.

Sektor barat daya – menjadi arah luncuran awan panas yang dilaporkan BPPTKG.

Bagi warga maupun wisatawan yang berada di sekitar kawasan Merapi, informasi mengenai arah luncuran menjadi hal penting untuk diperhatikan. Alur sungai yang berhulu di Merapi juga perlu dihindari, terutama ketika terjadi hujan karena material vulkanik yang berada di lereng dapat terbawa aliran air.

Baca Juga: Anak dan Istri Agustinus Supratman Siapa? Ini Profil Camat Lamba Leda Utara yang Viral Usai Marahi Petugas BNPB

Warga Diminta Mengikuti Informasi Resmi

Dengan status Merapi yang masih berada di Level III, masyarakat diimbau tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah berbahaya. Warga juga diminta menjauhi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mengikuti perkembangan informasi dari lembaga berwenang.

Situasi di sekitar gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, informasi dari BPPTKG, pemerintah daerah, maupun petugas di lapangan sebaiknya menjadi rujukan utama dibandingkan kabar yang belum jelas sumbernya.

Bagi masyarakat Yogyakarta, Jawa Tengah, dan wilayah sekitar Merapi, kewaspadaan tetap menjadi langkah paling penting. Jika ada perubahan rekomendasi atau peningkatan aktivitas, masyarakat diharapkan mengikuti arahan evakuasi dan ketentuan keselamatan yang disampaikan petugas.


Berita Terkait


News Update