Penyebab Kebakaran di Kampung Adat Sade Lombok Apa? Cek Kondisi Terbaru dan Dugaan Sementaranya

Minggu 23 Agu 2026, 14:07 WIB
Kampung Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilanda kebakaran pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. (Sumber: X/@danskuss)
Kampung Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilanda kebakaran pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. (Sumber: X/@danskuss)

Baca Juga: Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Salemba Tunjukkan Bakat Bermusik

Penyebab Kebakaran di Kampung Adat Sade Lombok Apa?

Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, penyebab pasti kebakaran di Kampung Adat Sade belum diketahui.

Pemerintah daerah masih melakukan penanganan di lokasi sehingga penyebab api belum dapat disimpulkan.

Salah satu dugaan yang muncul adalah adanya kemungkinan korsleting atau arus pendek listrik.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena masih terdapat kemungkinan faktor lain yang menjadi pemicu kebakaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah Ridwan Maruf menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan sumber api yang menyebabkan kebakaran di kawasan permukiman adat tersebut.

"Untuk penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, apakah itu akibat arus pendek listrik atau faktor lain," jelas dia.

Baca Juga: Penggerebekan Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel, Polis Bongkar Rencana Distribusinya

Dampak kebakaran di Kampung Adat Sade terbilang besar. Berdasarkan data sementara yang disampaikan BPBD Kabupaten Lombok Tengah, sebanyak 120 rumah dilaporkan terbakar.

Jumlah tersebut masih merupakan data sementara karena proses pendataan terhadap bangunan dan warga terdampak masih berlangsung.

Pemerintah daerah juga masih melakukan koordinasi untuk menentukan kebutuhan penanganan pascakebakaran.

"Data sementara jumlah rumah yang terbakar mencapai 120 unit dan jumlah penduduk masih didata, sedangkan lokasi pengungsian tergantung hasil rapat koordinasi hari ini," katanya.


Berita Terkait


News Update