DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Warga dan petugas Sumber Daya Air (SDA) Kota Depok menggegerkan publik usai menemukan potongan sepasang kaki manusia terbungkus karung di tumpukan sampah Kali Mampang, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kamis, 20 Agustus 2026 sore.
Potongan tubuh tersebut diduga kuat merupakan bagian dari jasad korban mutilasi berinisial K asal Cipayung, Kota Depok.
Penemuan berawal dari kecurigaan warga yang melintas di jembatan pejalan kaki Kali Mampang. Di antara tumpukan sampah, warga melihat benda menyerupai kaki tersangkut dan mengapung ke permukaan.
Laporan warga kemudian direspons cepat oleh Tim Inafis Polres Metro Depok, Polsek Pancoran Mas, dan Tim Resmob Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Saepullah Tersangka Mutilasi di Depok Baru Tahu Positif HIV usai Donor Darah
Dibantu Satgas SDA PU Kota Depok, karung tersebut berhasil diangkat dari sungai. Saat dibuka, karung itu berisi sepasang kaki manusia dari bagian betis hingga telapak kaki.
"Yang pertama kali menemukan warga. Benda itu terlihat nongol ke permukaan air di antara tumpukan sampah, tersangkut di dekat jembatan," ujar Ketua Tim (Katim) 1 Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok, Ipda Tulus Widodo, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Diduga Korban Mutilasi Cipayung, Sampel Diotopsi ke RS Polri
Ipda Tulus mengonfirmasi bahwa temuan potongan kaki ini terindikasi kuat berkaitan dengan kasus mutilasi yang melanda warga Cipayung.
"Dugaan kuat penemuan kaki di kali ini adalah milik korban mutilasi berinisial K. Setelah diangkat, potongan kaki tersebut langsung dibawa oleh tim Resmob Polda Metro Jaya ke RS Polri Kramat Jati untuk proses otopsi dan identifikasi lanjutan," jelas Tulus.
Baca Juga: Rekonstruksi Mutilasi di Depok Tampilkan 51 Adegan, Pelaku Bawa Obat HIV
Proses evakuasi potongan tubuh ini menyedot perhatian ratusan pengendara dan warga sekitar. Kerumunan massa yang memadati lokasi di dekat Kodim Depok sempat memicu kemacetan parah di sepanjang Jalan Pramuka.
Untuk mengantisipasi situasi, Tim Presisi Polres Metro Depok diterjunkan ke TKP guna mengamankan area dan mengurai arus lalu lintas hingga proses penyelidikan lapangan selesai.
“Petugas kami turunkan untuk menjaga kondusifitas selama penyelidikan di TKP agar tetap kondusif," pungkasnya.
