Sumedang Swimming Sprint IV, Kawah Lahirnya Bibit Renang Jabar

Sabtu 22 Agu 2026, 16:46 WIB
Riuh para atlet mewarnai Kolam Renang Yadika atau Tanjungsari Sport Centre, Sumedang, Sabtu 22 Agustus 2026. (Sumber: Pos Kota/Gatot Poedji Utomo)
Riuh para atlet mewarnai Kolam Renang Yadika atau Tanjungsari Sport Centre, Sumedang, Sabtu 22 Agustus 2026. (Sumber: Pos Kota/Gatot Poedji Utomo)

Ia mengingatkan para atlet agar tidak cepat puas dengan hasil yang diraih di kolam.

Medali, menurutnya, hanyalah salah satu tahapan. Perjalanan seorang atlet masih panjang dan membutuhkan latihan yang konsisten.

“Para atlet harus lebih semangat berlatih dan klub juga harus melakukan pembinaan yang lebih komprehensif terhadap atlet,” katanya.

Sumedang sendiri memiliki sekitar 20 klub renang. Jumlah tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan dari tingkat usia dini hingga jenjang prestasi.

Dari Kolam Renang untuk Masa Depan

Dua hari perlombaan di Tanjungsari bukan hanya menghadirkan ribuan kali start dan finis.

Di antara cipratan air dan sorak dukungan dari pinggir kolam, ada harapan yang sedang dibangun.

Mungkin hari ini sebagian atlet hanya mengejar medali. Tetapi dari kolam inilah, bukan tidak mungkin muncul perenang yang kelak membawa nama Sumedang dan Jawa Barat ke pentas yang lebih tinggi.

Dengan 1.556 atlet, 4.833 nomor pertandingan, serta keterlibatan klub dari berbagai daerah, Sumedang Swimming Sprint IV menunjukkan bahwa pembinaan olahraga renang membutuhkan panggung kompetisi yang rutin dan berkelanjutan.

Sebab, bibit juara tidak lahir dalam semalam. Mereka tumbuh dari latihan, kompetisi, kegagalan, kemenangan, dan kesempatan untuk terus mencoba. Dan kolam renang Yadika menjadi salah satu tempat di mana proses itu dimulai.


Berita Terkait


News Update